Pembunuhan Jurnalis Metro TV, Polisi Dalami Temuan Sidik Jari

CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 18:37 WIB
A police line is placed in the middle of the crime scene so that the evidence remains safe Ilustrasi kasus pembunuhan. (iStockphoto/Herwin Bahar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Irwan Susanto mengatakan laboratorium forensik masih menyelidiki temuan barang bukti dalam kasus kematian video editor Metro TV, Yodi Prabowo.

Salah satu hal yang dicari yakni soal sidik jari pelaku yang mungkin ada di pisau dapur yang ditemukan di lokasi kejadian.

"Untuk sidik jari, jika memang ada dalam pisau, mungkin motor atau pun helm dan lain-lainnya masih dalam proses, masih dalam proses laboratorium forensik," kata Irwan di Polres Jaksel, Senin (13/7).


Selain menelusuri sidik jari pelaku, kata Irwan, telepon genggam milik korban juga turut dianalisis. Dari proses itu, lanjutnya, diharapkan ada informasi yang bisa digunakan untuk membantu proses pengusutan kasus.

"Handphone korban sedang kita analisis secara forensik tentunya, mudah-mudahan ada jejak yang penting sehingga kemudian kita bisa mengarah kepada misalkan pihak-pihak tertentu yang terlibat," tuturnya.

Pihaknya juga terus mengumpulkan rekaman CCTV di lokasi-lokasi yang diduga menjadi rute perjalanan korban. Namun, menurut Irwan, ada beberapa rekaman CCTV yang sudah hilang.

"Namun kami tetap mencari alat-alat bukti lainnya sehingga kami terus melakukan proses," ujarnya.

Irwan menuturkan pihaknya juga masih terus mengumpulkan dugaan motif dalam kasus kematian video editor Metro TV ini.

Namun, untuk motif begal, kata dia, dikesampingkan oleh penyidik. Saat jenazah Yodi ditemukan barang-barang miliknya masih lengkap dan tidak ada yang hilang.

"Sementara tak ada barang-barang hilang, sehingga motif itu (begal) mungkin kita kesampingkan lebih dulu," ucap Irwan.

Video editor Metro TV, Yodi Prabowo ditemukan meninggal dunia di pinggir jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) Ulujami, Jakarta Selatan, Jumat (10/7).

Dari hasil autopsi, polisi menyebut luka tusukan di leher menjadi penyebab utama kematian Yodi.

"Hasil autopsi di RS Polri Kramat Jati penyebab utamanya tusukan di leher," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Senin (13/7).

Dugaan sementara, alat yang digunakan oleh pelaku untuk menusuk Yodi adalah pisau dapur. Sebilah pisau dapur ditemukan di lokasi kejadian.

Sejauh ini polisi telah memeriksa 23 saksi, berasal dari pihak keluarga hingga rekan kerja Yodi.

Selain itu, polisi juga menerjunkan anjing pelacak dari unit K9 untuk membantu pelacakan di lokasi penemuan jenazah.

(dis/ain)

[Gambas:Video CNN]


BACA JUGA