Satu Sekolah, 8 Rumah Tertimbun Longsor di Tembagapura Papua

CNN Indonesia | Minggu, 02/08/2020 14:06 WIB
Akses ke empat kampung yang terdampak longsor di kawasan Aroanop, Tembagapura, hanya bisa memakai helikopter. Ilustrasi penanganan bencana longsor. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Bupati Mimika, Papua, Johannes Rettob mengatakan sebuah sekolah dan delapan rumah warga di kawasan Aroanop, Distrik Tembagapura tertimbun tanah longsor, Kamis (30/7) malam.

Selain itu, juga dilaporkan enam jembatan gantung terputus.

"Informasi sementara yang disampaikan masyarakat bahwa ada enam jembatan gantung putus, delapan rumah serta gedung sekolah tertimbun," kata John di Timika, Mimika, Minggu (2/8) seperti dilansir dari Antara.


Longsor diketahui terjadi setidaknya di empat kampung kawasan Aroanop terebut. Kemudian, pada Sabtu (1/8) lalu, John menggelar pertemuan dengan sejumlah kepala kampung serta tokoh masyarakat Aroanop bertempat di kawasan Djayanti, Distrik Kuala Kencana.

Pertemuan itu memutuskan empat kepala kampung di kawasan Aroanop yang terdampak bencana longsor yaitu Kepala Kampung Jagamin, Baluni, Omponi, dan Anggigi harus segera bertolak menuju Aroanop pada Minggu ini atau paling lambat pada Senin (3/8) dengan menggunakan armada helikopter.

Para kepala kampung itu akan didampingi Kepala Distrik Tembagapura Thobias Jawame.

Untuk diketahui, kawasan Aroanop dan sejumlah kampung di dataran tinggi Kabupaten Mimika hanya bisa dijangkau satu-satunya dengan transportasi udara melalui helikopter.

Namun, penerbangan helikopter ke lokasi bencana itu terkendala akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat dalam beberapa waktu terakhir.

"Sangat tergantung dengan kondisi cuaca, kalau esok pagi cuaca bagus kami harapkan mereka semua bisa berangkat ke Aroanop. Semua ini difasilitasi oleh Pemda Mimika," kata John.

Pihaknya juga, sambung John, meminta bantuan TNI dan Polri untuk membantu keamanan dalam mengakses lokasi bencana. Pemkab Mimika, katanya, belum bisa memastikan total kerugian akibat bencana tanah longsor disertai banjir bandang di wilayah Aroanop maupun Tsinga, Distrik Tembagapura.

Satu-satunya akses informasi ke lokasi bencana dari Timika hanya melalui saluran telepon, di mana warga di lokasi bencana harus berjalan kaki naik turun gunung dan hutan berkilo-kilo meter dari kampung mereka guna mendapat sinyal telepon

(Antara/kid)

[Gambas:Video CNN]