Lab FK Unand Bantu Cek Sampel Tes PCR dari Tiga Provinsi

CNN Indonesia | Minggu, 02/08/2020 19:06 WIB
Kepala Lab FK Unand mengatakan bantuan pemeriksaan yang diberikan untuk provinsi lain itu sejauh ini tak mengganggu kapasitas pemeriksaan dari dalam Sumbar. Petugas medis mengambil sampel spesimen saat tes swab risiko virus corona (Covid-19) secara drive thru. (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Padang, CNN Indonesia --

Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat, membantu memeriksa sampel risiko infeksi virus corona (Covid-19) dari tiga provinsi lain. Tiga provinsi itu adalah Jambi, Bengkulu, dan Kalimantan Selatan.

Pasalnya saat ini kapasitas laboratorium di Unand melebihi spesimen yang harus dites dari dalam Sumbar sendiri.

Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand, Andani Eka Putra mengatakan kapasitas laboratorium Unand mampu memeriksa 3.000 sampel sehari. Sedangkan sampel yang masuk dari rumah-rumah sakit di Sumbar rata-rata 1.000 sampai 1.500 sampel sehari.


"Jumlah sampel Sumbar yang paling banyak kami periksa itu 2.650 sampel," ucapnya.

Selain itu daerah-daerah itu meminta bantuan Unand kapasitas laboratorium mereka untuk tes PCR masih sedikit. Sementara itu sampel yang harus diperiksa mulai banyak.

Ada pula daerah yang tidak punya laboratorium untuk tes PCR.

"Jambi tidak punya laboratorium tes PCR. Mereka mengirimkan sampel ke laboratorium lain. Daerah Jambi yang mengirimkan sampel ke kami adalah Sarolangan dan Muaro Bungo. Bengkulu punya laboratorium tes PCR, tetapi kapasitasnya sedikit. Begitu juga Kalimantan Selatan," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (2/8).

Hingga kini, kata Andani, ada 4.000 sampel yang telah mereka periksa dari tiga provinsi itu. Jumlah terbanyak berasal dari Kalimantan Selatan, yakni 2.700 sampel.

"Jawa Timur dan Sumatera Utara katanya juga mau mengirimkan sampel, tetapi belum juga dikirim sampai hari ini," kata Andani.

Pemeriksaan sampel dari provinsi lain itu, imbuhnya, hanya memerlukan setidaknya satu hari. Setelah menerima sampel, pihaknya menginformasikan hasil pemeriksaannya ke provinsi asal pada keesokan harinya.

Andani menginformasikan provinsi-provinsi itu tidak membayar untuk memeriksakan sampel di laboratorium Unand, meskipun reagen (bahan kimia yang digunakan dalam tes PCR) dibeli Pemerintah Provinsi Sumbar. Sejauh ini, Sumbar menggratiskannya untuk pemeriksaan sampel dari provinsi lain.

(adb/kid)

[Gambas:Video CNN]