PDIP Balas Ibas Soal Ekonomi Era SBY: Banyak Proyek Mangkrak

CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2020 19:26 WIB
Terkait ucapan Ibas soal ekonomi meroket di era SBY, PDIP menyebut saat itu hanya mengandalkan eksplorasi SDA dan meninggalkan banyak proyek mangkrak. Politikus PDIP Andreas Hugo Parreira menyindir klaim ekonomi meroket era SBY. (Foto: CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Politikus PDIP Andreas Hugo Pareira mempertanyakan arti dari ekonomi meroket di era pemerintahan Presiden kelima RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seperti yang disampaikan politikus Demokrat Edhie Baskoro Yudoyono (Ibas). 

Menurut Andreas pertumbuhan ekonomi zaman SBY hanya mengandalkan konsumsi dalam negeri serta eksplorasi sumber daya alam (SDA). Bahkan, menurutnya, pemerintahan SBY banyak meninggalkan proyek mangkrak yang menjadi beban pemerintah Presiden Joko Widodo.

Hal itu dikatakannya saat merespons pernyataan Ibas yang menyebut perekonomian Indonesia pernah meroket di era SBY, pada 2004-2009, dan 2009-2014.


"Kalau mau dievaluasi, apalah artinya ekonomi yang meroket sekejap kalau hanya mengandalkan eksplorasi SDA? Bahkan, kalau kita evaluasi, banyak sekali proyek-proyek mangkrak yang ditinggal oleh pemerintahan masa lalu dan menjadi beban bagi pemerintahan Jokowi ketika memulai memimpin negeri ini," kata Andreas kepada CNNIndonesia.com, Jumat (7/8).

Dia mengakui bahwa kondisi ekonomi di zaman SBY relatif stabil dan Indonesia bisa keluar dari situasi krisis pada 2008. Namun, menurutnya, kondisi ekonomi itu diciptakan dengan mengandalkan kebijakan konsumsi dalam negeri dan eksploitasi SDA yang luar biasa.

Bahkan, lanjut dia, "SBY juga menerapkan kebijakan sumber daya manusia (SDM) yang murah untuk sektor tenaga kerja".

Infografis Proyek Strategis Jokowi yang Finis di Akhir Kabinet KerjaFoto: CNN Indonesia/Timothy Loen

Situasi itu, kata Andreas, membuat Indonesia tertinggal jauh dari negara-negara lain dalam hal pembangunan infrastruktur.

Sementara, lanjutnya, kebijakan Jokowi berbeda dengan SBY karena mengembangkan strategi pembangunan ekonomi yang lebih berorientasi produksi dengan basis pembangunan fisik infrastruktur dasar yang strategis dan pembangunan SDM.

Menurut Andreas, kebijakan yang dilakukan pemerintahan Jokowi akan membawa Indonesia maju dan siap berkompetisi di arena global.

"Artinya, investor mau berinvestasi di Indonesia, dan SDM kita siap untuk terlibat dalam dunia kerja produktif," katanya.

Tak ketinggalan, Andreas menyinggung gangguan pandemi Virus Corona (Covid-19) yang tidak bisa dihindari oleh siapapun Presidennya.

"Memang, pola strategi yang kita lakukan saat ini agak terganggu dengan situasi pandemi ini. Ini tidak bisa dihindari oleh siapapun presidennya dan apapun strategi pembangunannya," tutur anggota DPR RI itu.

Infografis Beban Warisan SBYFoto: Laudy Gracivia

Sebelumnya, Ibas menyinggung kondisi perekonomian Indonesia yang pernah terus meningkat saat SBY. Misalnya, persentase tingkat kemiskinan dan pengangguran yang rendah.

"Alhamdulillah, kita pernah membuat itu. Ketika zaman mentor kita Pak SBY selama 10 tahun, ekonomi kita meroket, APBN kita meningkat, utang dan defisit kita terjaga," kata Ibas di hadapan anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (6/8).

Ketua Fraksi Demokrat itu pun mengingatkan pemerintah bahwa rakyat membutuhkan kepastian, kepercayaan dan keyakinan saat ini. "Rakyat perlu bukti, bukan janji," katanya.

(mts/arh)

[Gambas:Video CNN]