Longsor di Kota Sorong, Dua Tewas Tertimpa Material Tanah

CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2020 13:27 WIB
BPBD Papua Barat melaporkan longsor terjadi disertai banjir di Kota Sorong. Banjir itu sendiri setidaknya melanda empat kelurahan di tiga kecamatan kota Sorong. Ilustrasi longsor. BPBD Papua Barat melaporkan longsor terjadi disertai banjir di Kota Sorong. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat melaporkan terjadi bencana longsor yang terjadi di Kota Sorong, Papua Barat pada Rabu (16/9) malam. Bencana longsor itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

"Kedua korban dilaporkan BPBD provinsi tertimpa material longsor," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangannya, Kamis (17/9).

Raditya menerangkan BPBD Sorong hingga kini masih melakukan pendataan di lapangan. Sejauh ini diketahui dalam peristiwa tersebut satu rumah milik warga dilaporkan rusak.


Longsor yang disertai banjir ini, ujar Radit, melanda tiga kecamatan di Sorong. Wilayah yang terdampak ialah Kecamatan Sorong (Kelurahan Klademak, Remu Utara), Sorong Utara (Kelurahan Malaingkedi) dan Sorong Manoi (Malabutor).

Rumah-rumah terendam juga masih dalam pendataan BPBD. Radit menyebut, kejadian ini dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang terjadi pada Rabu, 16 September 2020, pukul 16.00 WIT.

"Di samping itu, pantauan BPBD setempat menyebutkan struktur tanah yang labil hingga akhirnya mengakibatkan longsor," katanya.

Tanah longsor yang terjadi di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, mengakibatkan dua warga meninggal dunia. Kedua korban dilaporkan BPBD provinsi tertimpa material longsor.Banjir setidaknya melanda empat kelurahan di tiga kecamatan kota Sorong, Papua BArat. (Dok. BNPB)

Saat kejadian banjir, tinggi muka air beragam antara 10 hingga 100 cm. Menyikapi kejadian tersebut, tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kota Sorong melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan Basarnas, TNI dan Polri untuk evakuasi korban.

"BPBD Kota Sorong telah mengimbau masyarakat yang tinggal dekat lokasi rawan longsor agar selalu waspada dan siaga mengantisipasi kejadian serupa," beber dia.

Lebih lanjut Radit menjelaskan berdasarkan analisis InaRISK, Kota Sorong memiliki tingkat risiko sedang hingga tinggi untuk bahaya banjir dan tanah longsor. Setidaknya ada 5 kecamatan yang berada pada kategori sedang hingga tinggi untuk bahaya longsor, dengan luas sekitar 4.717 hektare.

Untuk diketahui, populasi penduduk terpapar di 5 kecamatan tersebut berjumlah 5.492 jiwa. Sedangkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan pada hari ini dan esok (18/9) wilayah Papua Barat berpotensi terjadi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.

(ctr/kid)

[Gambas:Video CNN]