Polisi Bantah TNI Terlibat Penembakan Pendeta di Papua

CNN Indonesia | Senin, 21/09/2020 13:49 WIB
Polisi membantah isu TNI terlibat penembakan pendeta Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Yeremia Zanambani, di Intan Jaya, Papua. Foto ilustrasi. (Istockphoto/ Ipopba)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Papua menyebut penembakan terhadap pendeta Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Yeremia Zanambani di Kabupaten Intan Jaya, Papua, tak melibatkan personel TNI.

Menurut Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal, tidak ada personel TNI dan Polri yang ditempatkan di Distrik Hitadipta, Kabupaten Intan Jaya.

"Yang ada hanya pos persiapan Koramil Hitadipta disana. Isu yang beredar bahwa kasus penembakan dilakukan oleh aparat TNI itu tidak benar," kata dia, melalui keterangan resmi, Senin (21/9).


Dia pun menuding bahwa kelompok bersenjata atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menebar fitnah bahwa TNI merupakan pelaku dari penembakan itu. Kamal mengatakan bahwa hal tersebut tidak lain untuk mencari perhatian di Sidang Umum PBB pada akhir bulan ini.

"Rangkaian kejadian beberapa hari ini adalah setting-an KKB yang kemudian diputarbalikkan bahwa TNI melakukan penembakan kepada pendeta," ujar Kamal.

Polisi pun akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus tersebut. Sebelumnya, anggota dari Polsek Sugapa telah memintai keterangan dari Ketua Klasis GKII Sugapa, Pendeta Timotius Miagoni.

"Anggota kami di lapangan rencana akan melakukan olah TKP di lokasi kejadian untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya kasus penembakan yang dilakukan oleh KKB," kata Kamal.

Berdasarkan keterangan kepolisian, tokoh agama itu meninggal sekitar pukul 19.00 WIT. Kala itu, pendeta Yermia bersama dengan sang Istri sedang pergi ke kandang ternak babi untuk memberikan makan.

Namun, sang istri kembali ke rumahnya terlebih dahulu.

"Korban tidak kembali ke rumah sehingga istri korban mencari ke kandang ternak yang berada di Kampung Bomba dan melihat korban sudah meninggal dunia," ujar dia.

Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat menjelaskan secara lebih rinci terkait insiden tersebut lantaran masih dalam proses penyelidikan. Dia pun mengakui bahwa belum mengirimkan tim penyelidik ke Kampung Bomba untuk menelusuri keterangan dari istri korban lebih lanjut.

Keterangan dari oleh pihak polisi dan TNI berbeda jauh dari apa yang disampaikan oleh Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII). Mereka menduga bahwa korban ditembak oleh aparat TNI hingga tewas sehingga membuat para jemaat ketakutan dan lari ke hutan.

Kepala Sekretariat GKII Pusat, Yahya Jahatela membenarkan informasi tersebut. Dia mengatakan pendeta Yeremia Zanambani ditembak sewaktu pergi ke kandang babi miliknya.

Infografis Api Konflik Orang Papua dan Aparat KeamananFoto: CNN Indonesia/Fajrian

"Iya, betul. Saat ini kami masih menunggu informasi data tertulis dari wilayah Papua, tapi informasi itu memang benar," kata Yahya saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Senin (21/9).

Yahya mengatakan usai kejadian itu, tujuh hingga delapan gereja saat ini kosong. Para jemaat lari ke hutan untuk menyelamatkan diri.

"Para jemaat lari ke hutan karena ketakutan," kata Yahya.

(mjo/arh)

[Gambas:Video CNN]