Polisi Bekuk Pelaku Rapid Test Cabul Bandara Soekarno-Hatta

CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 14:23 WIB
Tersangka EFY diamankan di Bandara Soekarno-Hatta dan langsung digelandang ke Polres setempat untuk menjalani pemeriksaan. Ilustrasi penangkapan pelaku kejahatan. (Istockphoto/BrianAJackson)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polresta Bandara Soekarno Hatta meringkus tersangka EFY, seorang dokter yang diduga melakukan tindak asusila dalam kasus rapid test di Bandara Soetta.

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta Kompol Alexander Yurikho mengatakan EFY ditangkap di Balige, Toba Samosir, Sumatra Utara.

"(Tersangka EFY) sudah ditangkap," kata Alexander saat dikonfirmasi, Jumat (25/9).


Selanjutnya, tersangka EFY akan dibawa ke Polresta Bandars Soetta untuk menjalani proses pemeriksaan.

"Sudah dibawa ke Polres untuk diperiksa," ujarnya.

Kasus ini bermula saat seorang perempuan berinisial LHI membagikan peristiwa yang dia alami lewat akun Twitter-nya, @listongs.

Dalam unggahannya itu, LHI mengungkapkan dirinya diminta membayar Rp1,4 juta untuk mengubah hasil rapid test dari reaktif menjadi non-reaktif. Tak hanya itu, LHI juga membeberkan bahwa dirinya mengalami aksi pelecehan.

Kemudian salah satu dokter berinisial EFY memaksanya untuk kembali menjalani pemeriksaan, serta meyakinkan bahwa kondisi korban sebenarnya tidak berbahaya.

Dia akhirnya menuruti namun dokter itu meminta sejumlah uang imbalan. Akhirnya disepakati upah sebesar Rp1,4 juta.

Tak hanya itu, korban juga mengaku sempat mendapat tindak pelecehan seksual dari dokter tersebut. EFY sendiri saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal berlapis oleh pihak kepolisian.

"Dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 289 KUHP tentang pencabulan dan atau Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan atau Pasal 268 KUHP tentang pemerasan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandara Soetta Kompol Alexander Yurikho saat dikonfirmasi, Rabu (23/9).

(dis/ain)

[Gambas:Video CNN]