Ma'ruf Amin: Pandemi Berakhir Jika Ada Vaksin yang Efektif

CNN Indonesia | Selasa, 20/10/2020 12:43 WIB
Ma'ruf Amin meminta masyarakat senantiasa mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak sampai vaksin ada. Wakil Presiden Ma'aruf Amin menyebut pandemi berakhir jika telah ada vaksin yang efektif. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan pandemi virus corona (Covid-19) bisa berakhir ketika sudah ada vaksin yang efektif. Ma'aruf menyebut pemerintah saat ini sedang mengusahakan pengadaan vaksin untuk keluar dari bencana nonalam tersebut.

"Pandemi ini hanya bisa diakhiri kalau dunia memiliki vaksin yang efektif," kata Ma'ruf dalam acara daring Peresmian Peluncuran Program Pelatihan Digitalisasi Pemasaran dan Manajemen Halal bagi UMKM yang disiarkan melalui kanal YouTube Perekonomian RI, Selasa (20/10).

Ma'ruf mengatakan beberapa kandidat vaksin telah masuk tahap uji klinis terakhir. Saat ini pemerintah juga tengah menggodok aturan dan persiapan implementasi proses vaksinasi kepada masyarakat.


Ketua Umum nonaktif MUI itu tetap meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak) sampai vaksin benar-benar bisa digunakan.

"Karena itu saya mengharapkan agar kita semua secara disiplin dan tanpa terkecuali menerapkan protokol pencegahan Covid-19 tersebut," ujarnya.

Pemerintah telah mengungkapkan rencananya untuk melakukan vaksinasi Covid-19 pada bulan November 2020. Rencana itu muncul setelah pemerintah mendatangkan sejumlah vaksin dari perusahaan asing, seperti Cansino, G42 atau Sinopharm, dan Sinovac.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo meminta vaksinasi Covid-19 dilakukan dengan komunikasi yang baik dan tidak tergesa-gesa. Ia khawatir pengadaan yang tergesa-gesa dan tak dipahami masyarakat dengan utuh bernasib seperti Omnibus Law Cipta Kerja.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, hingga Senin (19/10) jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 361.867 orang. Dari jumlah itu, 12.511 orang meninggal dunia dan 285.324 orang dinyatakan sembuh.

(khr/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK