Pemerintah Perbanyak Inovasi Teknologi Hadapi Covid-19

Satgas Covid-19, CNN Indonesia | Senin, 26/10/2020 20:00 WIB
Pemerintah melalui Kemenristek terus berinovasi di bidang teknologi untuk menghadapi pandemi Covid-19 yang belum usai. Ilustrasi: Pemerintah melalui Kemenristek terus berinovasi di bidang teknologi untuk menghadapi pandemi Covid-19 yang belum usai. (Foto: Dok. CellCureCentre)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah terus menambah inovasi teknologi dalam penanganan pandemi Covid-19. Inovasi teknologi meliputi beberapa hal, mulai dari alat tes virus hingga vaksin.

Inovasi-inovasi ini dikelola oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) yang membentuk konsorsium riset inovasi. Beberapa inovasi teknologi ini kini sudah masuk masa produksi, yakni Rapid Diagnostic Test, Polymerase Chain Reaction (PCR) Test Kit, dan Ventilator.

"Rapid test atau tes cepat berbasis antibodi produksinya sudah mencapai 350 ribu unit per bulan. Diperkirakan dalam beberapa bulan mendatang jumlahnya bertambah mencapai satu juta unit per bulan," kata Menristek Bambang Brodjonegoro dalam Konferensi Pers di Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Selasa (20/10).


Bambang mengungkap konsorsium yang melibatkan perguruan tinggi, lembaga penelitian, dunia usaha, industri swasta, BUMN, serta berbagai unsur pemerintah ini telah membuahkan hasil.

Alat tes cepat deteksi Covid-19 yang dinamakan GeNose adalah hasil inovasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Alat ini mendeteksi virus menggunakan hembusan nafas, kelebihan alat ini adalah tingkat akurasi mencapai 97 persen dibandingkan PCR yang merupakan gold standard dan harganya relatif murah.

Untuk rapid test berbasis antigen atau rapid swab test dengan teknologi RT Lamp yang dikembangkan oleh LIPI diupayakan selesai pada akhir 2020. Produk inovasi lain yang diproduksi yaitu PCR test kit hasil kerja sama dengan PT Bio Farma. Kini produksinya sudah mencapai 1,5 juta unit per bulan.

Selain itu ada juga produk inovasi Mobile lab BSL 2, modifikasi yang mengupayakan agar mobile laboratorium tidak hanya berbentuk kontainer. Produk ini membantu meningkatkan jumlah testing di berbagai daerah yang mengalami lonjakan kasus. Beberapa rumah sakit sudah memakai alat ini.

Sedangkan ventilator sudah diproduksi oleh industri, dipakai di berbagai rumah sakit di Indonesia, dan mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan.

Perkembangan inovasi teknologi ini menunjukkan keseriusan pemerintah menangani Covid-19. Ketua #SatgasCovid19 Doni Monardo, pada kesempatan lain, menyebutkan pelaksanaan protokol kesehatan masih tetap boleh kendor di tengah perkembangan apapun saat ini. Protokol kesehatan tersebut antara lain #pakaimasker, #jagajarak dan hindari kerumunan, serta #cucitangan pakai sabun dan air mengalir.

(ayo/fjr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK