PPP Bantah Krisis Tokoh Terkait Niat Usung Sandiaga Uno

CNN Indonesia | Senin, 26/10/2020 16:59 WIB
Wasekjen PPP Ahmad Baidowi menyatakan partainya mampu menghadirkan tokoh dari internal. Niat mencalonkan Sandiaga Uno bagaimanapun masih terganjal AD/ART PPP. Wacana PPP mengusung Sandiaga Uno sebagai ketua umum masih terganjal AD/ART partai. (Foto: CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Baidowi membantah partainya krisis tokoh jelang pemilihan Ketua Umum PPP di Muktamar IX PPP yang akan dihelat akhir Desember 2020 mendatang. 

Hal itu disampaikan pemilik sapaan akrab Awiek itu merespons pernyataan pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komaruddin yang menilai niat PPP membajak Sandiaga Uno dari Partai Gerindra dilatarbelakangi krisis ketokohan atau kepemimpinan di PPP.

Menurutnya, PPP bisa saja menghadirkan tokoh untuk publik pada suatu saat nanti. Ia pun menyinggung soal keberhasilan Joko Widodo menjadi Presiden RI setelah menjabat sebagai Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta.

"Ya tokoh itu bisa dipoles. Dulu Jokowi siapa sangka jadi presiden itu, wali kota, tetapi kan bisa jadi. Sama dengan PPP, karena belum muncul saja," kata Awiek saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (26/10).


Dia menerangkan kemunculan nama Sandi yang diwacanakan kader di tingkat DPC untuk menjabat Ketum PPP periode mendatang menunjukkan bahwa iklim demokrasi di PPP berjalan dengan bagus. 

Menurutnya, hal itu juga memperlihatkan bahwa PPP adalah partai yang demokratis. 

Politikus Gerindra Sandiaga Uno memberikan keterangan pada wartawan di kediamannya. Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2019.Sandiaga Uno didorong mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PPP. Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono

Namun, Awiek mengingatkan bahwa langkah untuk menjadikan Sandi sebagai Ketum PPP periode mendatang sulit terwujud karena terhalang dengan syarat yang tertuang di Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPP. 


"Kalau bicara demokratis, PPP sangat demokratis, orang luar pun diwacanakan untuk masuk. Tetapi ada syaratnya, harus satu periode di DPP atau DPW maka otomatis Sandi enggak bisa," katanya.

"[Mengubah syarat] itu berat, kayak mencari jarum dalam tumpukan tepung, kata Awiek.

Untuk diketahui, sebanyak enam nama disebut masuk dalam bursa calon Ketum PPP periode mendatang.


Sekjen PPP Arsul Sani membeberkan enam nama itu adalah Ketum PPP Suharso Monoarfa, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Mardiono, politikus senior PPP Akhmad Muqowam, dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno. 

Kemudian terdapat juga nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta mantan Wagub Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul.

"Memang saat ini banyak disebut nama yang diusulkan oleh kalangan internal PPP, mulai dari Suharso Monoarfa, Mardiono, Ahmad Muqowam, Khofifah Indar Parawansa, Gus Ipul, sampai dengan Sandiaga Uno," kata Arsul lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (26/10).

(mts/gil)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK