NasDem Pecat Rahma Sarita Buntut Pancasila Versi Wakanda

CNN Indonesia | Kamis, 17/12/2020 18:13 WIB
DPP Partai NasDem telah mencabut kartu anggota Rahma Sarita lantaran mengunggah Pancasila versi negara wakanda. Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem Teuku Taufiqulhadi mengatakan bahwa partainya telah mencabut kartu anggota Rahma Sarita, buntut unggahan Pancasila versi negara wakanda. Dia menyatakan Rahma bukan kader NasDem lagi saat ini.

"Sudah dicabut kartu anggotanya. Mungkin kemarin dipanggil dan diingatkan untuk diberitahukan bahwa kartu keanggotaannya dicabut," kata Taufiqulhadi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (17/12).

Terkait sikap NasDem terhadap unggahan Rahma, dia mengaku tidak mengetahui maksud dan tujuan Rahma mengunggah 'Pancasila versi negara wakanda'.


Namun, menurutnya, unggahan tersebut tidak tepat dan telah melampaui batas kewajaran.

"Saya pikir, sebagai public figure dan dia juga berada terkait sebuah lembaga penting MPR, maka saya pikir itu sebuah sesuatu yang tidak tepat unggahan seperti itu, karena itu yang jelas itu tindakan yang melampaui hal wajar," tutur Taufiqulhadi.

Rahma sempat maju sebagai calon anggota legislatif Partai NasDem untuk DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur (Jatim) II pada Pemilu 2019 lalu. Namun, Rahma gagal melenggang ke Senayan karena hanya memperoleh total 22.092 suara.

Perolehan suara Rahma itu kalah dari caleg lainnya yang akhirnya melenggang ke Senayan yakni Hasan Aminuddin (198.323 suara) dan Aminurokhman (27.102 suara) dari NasDem, Mukhamad Misbakhun (113.739 suara) dari Golkar, Moekhlas Sidik (41.695 suara) dari Gerindra, Faisol Riza (82.777 suara) dan Anisa Syakur (62.246 suara) dari PKB, serta Mufti A.N Anam (92.230 suara) dari PDI Perjuangan.

Sebelum terjun ke dunia politik, pemilik nama lengkap Rahma Sarita Al Jufri ini diketahui sempat menjadi pembawa acara berita di sejumlah stasiun televisi.

Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai NasDem Lestari Moerdjiat juga telah mengonfirmasi telah memberhentikan Rahma sebagai staf ahli lewat surat nomor 033/LM/MPRRI/XII/2020 perihal Pemberhentian Tenaga Ahli Pimpinan pada Minggu (13/12).

"Terkait beredarnya surat pemberhentian staf tenaga ahli Rahma Sarita di media sosial, adalah benar bahwa surat tersebut ditujukan internal kepada Sekretariat Jenderal MPR sebagai hak anggota DPR/Pimpinan MPR untuk memilih dan mengganti alat penunjang kinerja anggota seperti staf khusus maupun staf tenaga ahli," kata Lestari dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (17/12).

Rahma sendiri sudah meminta maaf atas unggahannya yang berjudul Pancasila Versi NegaraWakandadi media sosial. Permintaan maaf itu disampaikan Rahma dalam bentuk tangkapan layar yang kemudian ia unggah di akun Twitter miliknya, @rahmasarita, Senin (14/12).

"Dear Netizen yang Budiman, pagi-pagi bangun tidur saya cek semua akun medsos saya penuh komentar hujatan karena saya dianggap menghina Pancasila, mohon maaf jika terjadi kesalahpahaman," kata Rahma seperti dikutip dan dilihat CNNIndonesia.com di akun Twitter miliknya, @rahmasarita, Kamis (17/12).

Berikut ini isi unggahan Rahma soal Pancasila versi negara wakanda yang bikin dirinya diberhentikan dari NasDem.

Pancasila versi Negara Wakanda:

1. Ketuhanan yang berkebudayaan
2. Kemanusiaan untuk golongan sendiri dan tidak berdab untuk golongan lainnya
3. Perpecahan Wakanda
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh oligarki kekuasaan
5. Ketidakadilan sosial bagi yang berseberangan dengan penguasa
Lambangnya burung emprit noleh ke kiri.

(mts/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK