Golkar Optimistis Kepemimpinan Yaqut, PKS Pesimistis

CNN Indonesia | Rabu, 23/12/2020 05:14 WIB
Golkar dan PKS berbeda pandangan soal prediksi kebijakan Yaqut Cholil Qoumas yang baru ditunjuk sebagai menteri agama. Ketum GP Ansor Gus Yaqut, yang sudah dikenalkan sebagai Menag, diminta menjaga keberagaman dan persaudaraan antar-organisasi. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Partai Golkar mengaku optimistis kehadiran Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut di kursi Menteri Agama bisa memberi angin segar bagi moderasi beragama. Namun, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pesimistis lantaran latar belakangnya dari organisasi tertentu.

"Beliau pantas menduduki jabatan tersebut karena pandangan keagamaannya diharapkan menebarkan moderasi beragama," ujar Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Selasa (22/12).

"Saya mengenalnya dengan sangat baik sebagai sesama Ketua GP Ansor pada periode sebelumnya. GP Ansor selama ini telah menunjukkan pandangannya sebagai organisasi yang konsisten merawat keberagaman di Indonesia," lanjutnya.


Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKS Bukhori Yusuf mengaku pesimistis dengan Yaqut karena sempat berharap Menag baru tak berada di bawah bayang-bayang partai politik tertentu agar bisa mengayomi seluruh komponen, kelompok, serta organisasi di tengah masyarakat.

"Tentu Menag harus bisa mengayomi seluruh komponen, kelompok, organisasi, jadi tidak hanya di organisasi tertentu saja," kata Bukhori kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/12).

"Karena ini kan agak jadi harapan agak sedikit pesimis karena harapannya Menag sebaiknya dari pihak yang tidak terlalu banyak dibayangi cara kerjanya oleh partai politik, tetapi justru semakin mengerucut," lanjutnya.

Diketahui, GP Ansor kerap berseberangan pandangan dengan organisasi Front Pembela Islam (FPI) serta Persaudaraan Alumni 212 dkk. yang dekat dengan sejumlah tokoh PKS.

Sementara, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyatakan partainya menghormati keputusan Presiden Jokowi meski sudah menggeser kadernya, Agus Suparmanto, dari pos Menteri Perdagangan (Mendag) dan menempatkan kader lainnya, Yaqut, di kursi Menteri Agama.

"Kami menghormati dan mendukung keputusan Presiden," kata Jazilul kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/12).

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Marsudi Suhud berharap Yaqut bisa menjamin persaudaraan antar umat Islam meski berbeda-beda organisasinya.

"Dia masih energik tenaganya dan kuat pikirannya, untuk bagaimana menyatukan ukhkuwah islamiyah, di Indonesia. Orang-orang Islam punya organisasi yang banyak semoga bisa menyatu. Itu butuh stamina," kata dia kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/12).

Marsudi juga berharap Menag baru bisa menjaga ajaran Islam Wasathyiah atau Islam yang moderat di Indonesia. Salah satu bentuknya ialah dengan menyediakan pelbagai sumber ilmu agama yang valid dan sahih.

Pasalnya, kata dia, kini banyak anak-anak muda kerap serampangan dalam belajar ilmu agama Islam dari sumber yang kurang kredibel.

"Sumbernya juga harus yang valid dan itu bisa mudah diakses oleh anak-anal milenial ini agar memahami agamanya ini dengan benar," kata Marsudi.

Ditemui di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Yaqut Cholil Qoumas sendiri mengaku siap mengemban amanah sebagai Menteri Agama.

Infografis Potret Buram KeberagamanInfografis Potret Buram Keberagaman. (Foto: CNN Indonesia/Laudy Gracivia)

"Apapun tugas, amanah yang sudah diberikan ini, saya sudah bertekad untuk wakaf kan seluruh hidup dan apa yang saya miliki untuk bangsa dan negara," kata dia, usai diperkenalkan Presiden Jokowi ke publik, di Jakarta, Selasa (22/12).

Dalam kesempatan itu, Yaqut menyinggung soal program mendorong kemajuan pendidikan agama, termasuk pondok pesantren.

"Bagaimana pondok pesantren bisa didorong mandiri dan pada akhirnya akan melahirkan kader-kader terbaik bangsa, yang bisa beri sumbangsih terbaiknya untuk bangsa dan negara," ujarnya.

(mts/rzr/dmi/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK