Iklan Corona Sandi, Teknik Pemasaran Agar Publik Tak Lupa

arh, CNN Indonesia | Kamis, 31/12/2020 05:46 WIB
Iklan Sandiaga Uno mengimbau terkait pandemi dinilai sebagai cara untuk tetap diingat publik dan bukan tidak mungkin berdampak positif hingga 2024. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno terlihat dalam salah satu iklan di kawasan Kota Tua yang bertajuk bukan iklan nyapres, Rabu (30/12). (Foto: cnnindonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wajah Sandiaga Salahuddin Uno, yang kini menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), telah menjadi teman sehari-hari para pedagang kaki lima serta para pengguna transportasi yang terjebak lampu merah di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

Bekas Calon Wakil Presiden dalam Pilpres 2019 ini muncul sekitar 10 detik dalam tiga pose berbeda di videotron yang terpajang persis di depan lampu merah dekat Halte Busway Kota Tua. Iklan itu berisi pesan untuk memajukan UMKM dan tetap menjaga diri di tengah pandemi covid-19.

Kabarnya, tiga pose iklan yang salah satunya bertajuk 'Bukan Iklan Nyapres' dengan foto Sandi lengkap dengan kemeja putih dan peci hitam itu telah ada sejak awal Desember.


"Kayaknya udah dari awal bulan deh, saya kan jualan di sini, jadi tiap hari lihat. Muncul foto Pak Sandi itu persis abis iklan anak-anak yang pakai masker," aku salah satu pedagang kaki lima di dekat Stasiun Kota Tua, Dakri (39) saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Rabu (30/12).

Para pedagang kaki lima di kawasan Kota Tua kata Dakri menyebutnya sebagai 'Sandi Iklan Corona'. Sebelumnya juga sempat ada beberapa poster selain iklan yang muncul di videotron. Nun, kata Dakri, poster-poster itu telah lama dicopot.

"Itu poster Sandi Iklan Corona ada juga di Pademangan, dekat kali persis. Tapi sekarang udah enggak ada. Hilang atau bagaimana saya kurang paham deh," katanya.

Istilah 'Sandi Iklan Corona' ini, kata Dakri, muncul sebab memang yang dilakukan Sandi dalam iklam tersebut adalah imbauan di tengah pandemi. Selain itu, video juga muncul berbarengan dengan iklan Unicef yang menampilkan wajah anak-anak dengan masker.

Dakri sendiri mengaku tak terganggu dengan iklan-iklam yang terpajang itu. Toh kata dia, selain Sandi banyak juga tokoh, politikus, dan bahkan orang yang dia tidak kenal beriklan di masa pandemi ini.

"Biasa aja sih, kan banyak juga ya yang pasang iklan gitu," katanya,

CNNIndonesia.com menelusuri kawasan Kota Tua, Jakarta Barat dan Jalan Iskandarsyah, Jakarta Selatan untuk mencari poster dan billboard yang menampilkan wajah Sandi. Namun poster-poster itu telah hilang.

Di beberapa titik yang disebut sempat memasang poster Sandi juga telah berganti dengan poster lain. Yang belum dilungsurkan hanya iklan di videotron yang ada di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

Terkait iklan Sandiaga ini, Kepala Departemen Politik dan Pemerintahan The Habibie Center, Bawono Kumoro, menyebut iklan yang berisi pesan-pesan di tengah Covid-19 adalah cara kreatif yang dilakukan Sandi untuk membuat dirinya tak dilupakan masyarakat.

Infografis Sandiaga Hadir di PilkadaInfografis Sandiaga Hadir di Pilkada. (Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian)

"Harus diakui menunjukkan bagaimana kecerdasan Sandiaga Uno dalam melakukan marketing diri," kata dia, yang juga merupakan Co-founder Indo Riset Konsultan.

Apalagi iklan itu juga dibuat sebelum masa kocok ulang menteri yang akhirnya menobatkan dia sebagai Menteri Pariwisata terjadi.

"Dengan membuat iklan berisi pesan seperti itu akan membuat awareness publik kepada Sandiaga Uno kembali naik," katanya.

Bukan tidak mungkin, lanjutnya, hal-hal kecil seperti memasang iklan diri di videotron itu semakin membuat publik melihatnya sebagai salah satu merek untuk Pilpres 2024.

"Bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan Sandiaga Uno akan semakin baik dalam tingkat pengenalan dan keterpilihan dia sebagai salah satu bakal calon presiden dan wakil presiden mendatang," katanya.

(arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK