10 Bulan Pandemi Covid RI: Krisis RS hingga Nakes Berguguran

CNN Indonesia | Minggu, 03/01/2021 05:48 WIB
Positivity rate di Indonesia saat ini sudah tembus lima kali lipat melebihi standar yang ditetapkan oleh WHO. Ilustrasi tenaga medis menghadapi pandemi covid. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi virus Corona (Covid-19) telah lebih dari 10 bulan menghantam Indonesia. Hingga saat ini, kasus positif masih menunjukkan tren naik.

Kapasitas Rumah Sakit memberi sinyal lampu kuning. Positivity rate kasus covid di Indonesia juga makin tinggi. Tenaga kesehatan berguguran.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, kasus positif virus Corona di Indonesia per Sabtu (2/1) bertambah 7.203 orang. Alhasil, total kasusnya mencapai 758.473 orang.


Angka positif corona yang melonjak itu turut berdampak pada persoalan lain. Salah satunya adalah ketersediaan kapasitas fasilitas kesehatan atau rumah sakit yang terus kritis.

Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 membeberkan data bahwa tingkat ketersediaan ruang Intensive Care Unit (ICU) dan isolasi di rumah sakit secara nasional kurang dari 40 persen.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasminto mengatakan tingkat keterisian ICU dan ruang isolasi rumah sakit mencapai 62 persen. Sebagian wilayah bahkan memiliki tingkat keterisian lebih dari 75 persen.

Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Banten menjadi tiga wilayah dengan keterisian ICU dan ruang isolasi tertinggi di Indonesia ketimbang daerah lainnya. Tiga provinsi itu sama-sama mencatat 77 persen ruang ICU dan isolasi sudah terisi.

Masalah tak berhenti sampai di situ, data memperlihatkan bahwa angka kematian tenaga kesehatan akibat Covid di RI tercatat sangat tinggi. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat sudah ada 504 nakes di Indonesia meninggal dunia akibat terpapar corona.

IDI bahkan menyebut Indonesia saat ini menduduki peringkat pertama kematian tenaga medis di Asia, dan lima besar di seluruh di dunia.

"Bahkan, sepanjang bulan Desember 2020 tercatat 52 tenaga medis dokter meninggal akibat Covid-19. Angka ini naik hingga lima kali lipat dari awal pandemi," kata Ketua Tim Mitigasi PD IDI Adib Khumaidi.

Selain itu, angka positivity rate atau rasio positif harian virus Corona di Indonesia terus mengalami rekor selama dua hari berturut-turut di awal tahun 2021 ini.

Positivity rate sendiri merupakan persentase perbandingan antara jumlah kasus positif terinfeksi virus corona dengan jumlah tes yang dilakukan. Dalam hal ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan ambang batas persentase positivity rate sebesar 5 persen.

Rekor awalnya tercipta pada Jumat (1/1) atau di awal di awal tahun baru 2021. Kala itu, positivity rate berada di angka 29,4 persen. Lalu, rekor kembali pecah satu hari setelahnya atau pada Sabtu (2/1) kembali mengalami kenaikan hingga mencapai 29,5 persen. Artinya, angka Positivity rate di Indonesia saat ini sudah tembus lima kali lipat melebihi standar yang ditetapkan oleh WHO.

(rzr/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK