Antisipasi Penjarahan, Polisi Kawal Bantuan Gempa Sulbar

CNN Indonesia | Sabtu, 16/01/2021 17:42 WIB
Polda Sulawesi Barat melalukan pengawalan pengiriman bantuan untuk korban gempa Sulbar sebagai antisipasi aksi penjarahan. Polda Sulawesi Barat melalukan pengawalan pengiriman bantuan untuk korban gempa Sulbar sebagai antisipasi aksi penjarahan. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/AKBAR TADO).
Jakarta, CNN Indonesia --

Aparat kepolisian melakukan pengamanan pengiriman bantuan untuk korban bencana gempa bumi di Sulawesi Barat (Sulbar).

Kapolda Sulbar Irjen Eko Budi Sampurno menuturkan hal itu sebagai bentuk antisipasi untuk mencegah aksi penjarahan.

"Kami sudah antisipasi dan koordinasi dengan pemberi bantuan, sebelum mendekati wilayah Mamuju agar berhenti di Polres dan akan kami kawal hingga tujuan," kata Eko Budi lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (16/1).


Sejauh ini, Eko Budi mengklaim situasi keamanan di Mamuju pasca gempa bumi masih terpantau kondusif.

"Insyaallah mohon doanya," ucap Eko Budi.

Sebelumnya, Gempa dengan magnitudo 6,2 diketahui terjadi di wilayah Sulawesi Barat, Jumat (15/1) dini hari. Gempa tersebut turut mengakibatkan sejumlah bangunan roboh. Antara lain, Kantor Gubernur Sulbar, Maleo Town Square, toko, swalayan, hingga Rumah Sakit Mitra Manakarra.

Sejauh ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban tewas akibat gempa mencapai 46 orang. Atas bencana tersebut, Pemerintah Provinsi Sulbar telah menetapkan status tanggap darurat per hari ini.

(dis/sfr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK