Kemenkes Perbaiki Data Vaksinasi Usai Diprotes Menkes Budi

CNN Indonesia | Sabtu, 23/01/2021 16:19 WIB
Kementerian Kesehatan menjelaskan bakal menggunakan kombinasi data internal dan KPU untuk vaksinasi Covid-19. Ilustrasi gedung Kementerian Kesehatan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Budi Hidayat mengatakan saat ini pihaknya tengah memperbaiki serta mengevaluasi data penerima vaksin virus corona (Covid-19) yang berada di database Kemenkes.

Pernyataan itu ia sampaikan sekaligus merespons Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang mengaku sudah tak mempercayai data Kemenkes terkait program vaksinasi Covid-19.

"Saat ini data dari top down dan bottom up sedang berproses diperbaiki dan sudah lebih baik," kata Budi melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (23/1).


Dengan perbaikan itu, maka saat ini Kemenkes akan mengacu pada database sendiri dan dengan bantuan data milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menkes Budi Sadikin sebelumnya mengaku bakal menggunakan data KPU untuk melihat sebaran orang dan usia yang menjadi sasaran program vaksinasi pemerintah.

"Akan dikombinasi data dari Kemenkes dan KPU," imbuhnya.

Dalam hal ini, Komisioner KPU Hasyim Asyari menjelaskan bahwa Kemenkes bukan kementerian pertama yang ingin menggunakan datanya untuk menjalankan program tertentu.

Hasyim memaparkan selain Kemenkes, pihak lain yang sudah meminta data KPU adalah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Adapun sebelumnya, Menkes Budi Gunadi secara jelas mengatakan bahwa dirinya kapok menggunakan data yang dimiliki Kemenkes. Atas temuan itu, ia mengaku akan menggunakan data KPU untuk mendata sasaran vaksinasi di tanah air.

"Datanya juga biar enggak salah gimana, saya udah kapok, saya enggak mau lagi pakai datanya Kemenkes, di-crossing-crossing data dukcapil," kata Budi pada Rabu (20/1).

(kha/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK