Buronan Interpol Rusia Kabur dari Kantor Imigrasi Bali

Antara, CNN Indonesia | Sabtu, 13/02/2021 17:47 WIB
Andrew Ayer alias Andrei Kovalenka, buronan kasus narkotika interpol Rusia, melarikan diri dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Bali. Andrew Ayer alias Andrei Kovalenka, buronan kasus narkotika interpol Rusia, melarikan diri dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Bali. (Istockphoto/cihatatceken).
Jakarta, CNN Indonesia --

Buronan Interpol Rusia, Andrew Ayer alias Andrei Kovalenka, melarikan diri dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Bali, pada Kamis (11/2), pukul 13.20 WITA.

"Andrew melarikan diri dalam proses administrasi pemindahan dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai ke Rumah Detensi Imigrasi Denpasar, usai dijenguk rekan wanitanya, Ekaterina Trubkina," kata Kasi Informasi dan Komunikasi Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai Putu Suhendra Tresnadita, mengutip Antara, Sabtu (13/2).

Andrew merupakan buronan interpol yang masuk dalam red notice. Pemilik paspor bernomor 7536xx ini sebelumnya menjalani hukuman pidana di Lapas Kelas IIA Kerobokan karena kasus narkotika.


Setelah masa hukuman pidana berakhir, Andrew diserahkan ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai pada Minggu (3/2) lalu dan selanjutnya dikenakan Tindakan Administrasi Keimigrasian Pendeportasian dan pengusulan cekal.

Namun, Andrew melarikan diri ketika akan dipindahkan, karena keterbatasan ruang detensi yang dimiliki Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai.

Suhendra menjelaskan setelah dijenguk rekan wanitanya, Andrew menjalani proses pemeriksaan kembali oleh petugas. Namun, saat proses pemeriksaan berlangsung, yang bersangkutan menyelinap dari dalam ruang pemeriksaan dan melarikan diri.

"Sebenarnya ada tiga petugas yang saat itu menjaga, tapi saat administrasi mereka semua duduk untuk mengambil sidik jari dan keterangan lainnya," jelasnya.

Pun demikian, Suhendra mengaku ada kelalaian petugas imigrasi terkait kaburnya buronan interpol Rusia tersebut.

(bir)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK