Menag Minta Identitas Agama dan Kebangsaan Tidak Dipisahkan

CNN Indonesia | Senin, 15/02/2021 06:42 WIB
Menag Yaqut juga menekankan persaudaraan sebuah bangsa tidak boleh tercerai berai karena perbedaan etnis hingga agama. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta identitas keagamaan dan kebangsaan tak dipisahkan dan dipertentangkan. (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan identitas keagamaan dan kebangsaan tak boleh dipisahkan dan dipertentangkan. Yaqut menyebut kedua identitas itu yang melahirkan moderasi beragama dan bernegara.

Hal itu ia sampaikan dalam perayaan Imlek 2572 Kongzili Tingkat Nasional yang digelar oleh Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) secara virtual, Minggu (14/2).

"Penguatan identitas keagamaan di satu sisi dan penguatan identitas kebangsaan di sisi yang lain tidak boleh dipisahkan, apalagi dipertentangkan. Konsep itu harus tetap diletakkan dalam satu kotak untuk melahirkan moderasi beragama dan bernegara," kata Yaqut.


Yaqut mengatakan ajaran agama dan negara dalam membangun bangsa Indonesia tak bisa dipisahkan satu sama lain. Menurutnya, dua aspek tersebut justru saling mengokohkan untuk mewujudkan peradaban bangsa.

Ia juga menekankan persaudaraan sebuah bangsa tidak boleh tercerai berai karena perbedaan etnis dan agama. Menurutnya, kesalehan beragama dan loyalitas bernegara harus saling mendukung satu sama lain.

"Kita bisa menjadi umat yang saleh sekaligus warga negara baik," ujarnya.

Di sisi lain, Yaqut berpesan agar masyarakat tak merayakan pesta perayaan Imlek secara meriah di tengah pandemi virus corona (Covid-19) Ia meminta umat Konghucu terus meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

"Saya berharap semua dirayakan dengan sederhana. Tidak ada sekali lagi pesta pora, gunakan lah kesempatan momentum untuk merayakan tahun baru ini untuk bersama-sama kita memperketat pelaksanaan protokol kesehatan untuk menghindari kita semua terpapar corona," kata Yaqut.

Yaqut menyebut Tahun Baru Imlek kali ini bisa menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk melakukan refleksi dan transformasi menuju pribadi yang unggul, baik dari sisi kesalehan, personal, maupun kesalehan sosial.

"Tentunya dengan cara menumbuhkan semangat membangun kebersamaan, menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan, menjalin kesetiakawanan dan menumbuhkan kepedulian di antara sesama warga bangsa," ujarnya.

(rzr/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK