KPK Panggil Hotma Sitompul dan Kader PDIP soal Korupsi Bansos

CNN Indonesia | Jumat, 19/02/2021 12:16 WIB
KPK menjadwalkan pemeriksaan pengacara Hotma Sitompul dan ketua DPC PDIP Kendal sebagai saksi kasus dugaan korupsi bansos Covid-19. Pengacara Hotma Sitompul dipanggil penyidik KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi bansos Covid-19. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil pengacara Hotma Sitompul dan Ketua DPC PDIP Kabupaten Kendal Akhmat Suyuti. Mereka diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19.

"Kedua saksi akan diperiksa untuk Tersangka MJS [Matheus Joko Santoso]," kata Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Jumat (19/2).

Penyidik juga memanggil istri Matheus, Elfrida Gusti Gultom. Hanya saja dalam agenda pemeriksaan, Elfrida akan diperiksa untuk Tersangka Adi Wahyono.


Belum diketahui apa yang hendak digali penyidik dari ketiga saksi tersebut. Merujuk KUHAP, saksi merupakan orang yang mengetahui perbuatan tindak pidana. Hal itu termuat dalam Pasal 1 Angka 26 KUHAP.

Dalam kasus dugaan korupsi bansos Covid-19 in, ada lima orang yang ditetapkan KPK sebagai tersangka. Mereka antara lain, mantan Menteri Sosial Juliari P. Batubara, PPK Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono.

Kemudian Ardian I M dan Harry Sidabuke selaku pihak swasta. Ardian dan Harry akan diadili di Pengadilan Tipikor Jakarta dalam waktu dekat.

KPK membuka peluang untuk penyelidikan baru terkait dugaan korupsi bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020. Dalam rekonstruksi kasus beberapa waktu lalu, muncul nama kader PDIP Ihsan Yunus dan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Pepen Nazaruddin.

Juliari diduga menerima total Rp17 miliar dari dua paket pelaksanaan bansos berupa sembako untuk penanganan Covid-19 ini.

(ryn/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK