DKI Diminta Gandakan Kesiagaan Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem

CNN Indonesia | Minggu, 21/02/2021 10:17 WIB
Pengamat tata kota Yayat Supriatna menilai Pemprov DKI Jakarta perlu melipatgandakan kesiagaan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem hingga 25 Februari. Pemprov DKI Jakarta diminta melipatgandakan kesiagaan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem hingga 25 Februari. CNN Indonesia/ Andry Novelino
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak mengendurkan status siaga mereka hingga sepekan ke depan. Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Jakarta hingga 25 Februari 2021.

Menurut Yayat, Pemprov DKI Jakarta perlu melipatgandakan jumlah aparat hingga jumlah peralatan mereka. Pasalnya, dengan cuaca ekstrem, potensi banjir pada 25 Februari bisa lebih besar daripada hari ini.

"Yang harus dilakukan menjelang 23-25 adalah melipatgandakan jumlah aparat, jumlah peralatan, tingkat kesiagaannya. Karena kita tidak tahu apakah terjadi tanggal 23-25 itu," ungkap Yayat saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (20/2).


Yayat melanjutkan, Pemprov juga harus lebih taktis dalam menghadapi situasi cuaca ekstrem. Misalnya, Pemprov perlu membuat panduan dalam menghadapi potensi cuaca dan prakiraan cuaca.

"Petunjuk bagi Pemprov DKI adalah, berbuat berdasarkan panduan yang dikeluarkan tentang tingkat kategori hujan yang akan turun," kata Yayat.

Di sisi lain, Pemprov DKI juga harus memberi peringatan kepada warga yang saat ini sudah terdampak banjir untuk lebih siap menghadapi potensi cuaca ekstrem 23-25 Februari mendatang. Misalnya, warga-warga di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, hingga kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Menurut dia, DKI tidak boleh membuat warga semakin lelah dengan kondisi tersebut. Artinya, DKI harus bisa menjamin warga tetap berada di tempat pengungsian dengan selamat hingga potensi cuaca ekstrem terlewati.

"Artinya begini, DKI harus bisa back up agar masyarakat tidak tambah lelah, lelahnya tuh di tempat pengungsian, di dalam rumah, atau upaya untuk membantu agar mereka bisa lebih siap lagi, apakah kemungkinan 23-25 banjir lebih parah atau tidak?" tuturnya.

Pemprov juga harus memastikan tingkat kesiagaan merata di seluruh wilayah. Sementara, untuk lokasi yang hari ini terkena bencana, maka tingkat kesiagaan harus dilipatgandakan.

"Karena kemungkinan lokasi itu terulang kembali. Kemudian pada lokasi-lokasi yang kemungkinan hari ini belum terkena, maka antisipasinya itu harus lebih disiagakan. Kewaspadaan itu harus dilakukan di seluruh wilayah," ujarnya.

BMKG sebelumnya memprediksi seluruh wilayah DKI Jakarta masih berpotensi hujan lebat hingga sepekan ke depan atau sampai 25 Februari. BMKG meminta warga tetap waspada potensi banjir akibat hujan lebat tersebut.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan pihaknya juga memprediksi jika pada Sabtu (20/2) masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hampir di seluruh wilayah DKI Jakarta. Terutama pada malam hari, yang dapat menerus hingga dini hari dan menjelang pagi.

Dwikorita mengatakan seluruh warga Jakarta masih perlu meningkatkan kewaspadaan potensi hujan lebat yang juga berpotensi memicu banjir dan longsor pada Selasa dan Rabu (23-24 Februari 2021).

(dmi/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK