Titik Panas Karhutla Melonjak, KLHK Klaim Masih Terkendali

CNN Indonesia | Rabu, 24/02/2021 23:45 WIB
KLHK mengungkap ada peningkatan titik panas yang berpotensi memicu karhutla di beberapa provinsi. Namun, KLHK mengklaim situasi masih terkendali. Ilustrasi. (Antara Foto/Rony Muharrman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkap ada peningkatan titik panas yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di beberapa provinsi, terbanyak di Riau. Namun, KLHK mengklaim situasi masih terkendali.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Basar Manullang, menjelaskan bahwa penambahan itu terjadi dalam kurun waktu 18-24 Februari dengan angka tertinggi di Riau yang mencapai 29 titik panas.

Basar mengatakan bahwa jumlah tersebut masih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah setempat, katanya, juga sudah menetapkan status siaga untuk mengantisipasi titik panas meluas.


"Secara umum dibanding provinsi lain, jumlah hotspot di Provinsi Riau memang paling tinggi. Namun jika dibandingkan dengan periode tahun-tahun sebelumnya, jumlah tersebut relatif masih rendah, mengingat Riau memang sedang masuk fase 1 rawan karhutla," katanya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (24/2).

Berdasarkan data di situs resmi KLHK SiPongi, kenaikan titik panas terdeteksi di 6 provinsi, di antaranya Riau dengan 29 titik, 15 titik di Kalimantan Barat, 8 titik di Sumatera Utara, 2 titik di Kalimantan Utara, 1 titik di Kepulauan Riau, dan 1 titik di Sulawesi Tengah.

Sebanyak 5 titik panas juga sempat didapati di Aceh pada kurun waktu 11-17 Februari, tapi kini turun menjadi 2 titik panas. Selain itu, titik panas di Bengkulu dan Sumatera Barat sudah turun dari masing-masing 1 dan 2 menjadi nol.

Basar menjelaskan kondisi ini terjadi karena faktor iklim dan cuaca. Beberapa wilayah, khususnya di Sumatera, mengalami curah hujan rendah sepanjang bulan ini.

Sementara itu, curah hujan di Kalimantan normal, tapi kondisi ini menurutnya dimanfaatkan oleh oknum pembuka lahan.

"Kesempatan tersebut diduga dimanfaatkan oleh para oknum untuk menyiapkan dan membuka lahan, sehingga kemungkinan indikasi ini menyebabkan intensitas hotspot di wilayah tersebut meningkat," ucapnya.

Ia mengatakan, karhutla sudah terjadi di beberapa wilayah Kalimantan Barat dan Sumatera Utara. Namun, kata dia, karhutla dapat teratasi oleh tim Satuan Tugas Organisasi Pengendali Karhutla. Menurutnya, tim di lapangan sudah melakukan patroli sejak awal tahun.

Basar mengklaim secara keseluruhan jumlah titik panas tahun ini pun mengalami penurunan 17 persen dari tahun 2020. Berdasarkan catatan KLHK pada periode 1 Januari-24 Februari, di tahun 2020 ada 209 titik panas. Di tahun 2021, jumlahnya turun jadi 172 titik panas.

Kondisi ini menurutnya selaras dengan upaya antisipasi karhutla yang sudah dilakukan tahun lalu. Tahun ini, berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, ia mengatakan pihaknya akan meningkatkan pencegahan karhutla melalui pemerintah daerah, lintas kementerian/lembaga, peningkatan sistem deteksi dini, patroli, hingga pemadaman dini.

Sementara itu, kalangan pemerhati lingkungan kerap menyoroti proyek lumbung pangan nasional atau food estate yang bakal ditanam pada 1,42 juta hektare lahan gambut. Gambut sendiri berperan besar dalam mengantisipasi karhutla.

[Gambas:Video CNN]

Yayasan Madani Berkelanjutan mencatat, dari keseluruhan luas lahan gambut untuk food estate itu, 582 ribu hektare di antaranya berada di kawasan gambut lindung dan 838 ribu hektare di gambut budidaya.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Karliansyah, mengatakan penanaman food estate pada kawasan gambut dilakukan pada 633 sekat kanal yang sudah digunakan masyarakat untuk bercocok tanam. Penanaman di luar sekat kanal dilakukan dengan inventarisasi wilayah.

"Yang di luar kanal, kami lakukan inventarisasi, mana yang (kawasan gambut) lindung, mana yang budidaya. Jadi untuk antisipasi, tetap pertahankan kualitas ekosistem gambut," kata dia melalui konferensi video.

Karliansyah mengklaim Badan Restorasi Gambut dan Mangrove juga sudah melakukan upaya pembahasan pada 3,6 juta hektare kawasan gambut. Menurutnya, langkah ini cukup signifikan dalam pemeliharaan ekosistem gambut.

(fey/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK