Kodam Jaya Ingatkan Prajurit Tak Terprovokasi soal Bripka CS

CNN Indonesia | Kamis, 25/02/2021 14:06 WIB
Pomdam Jaya diminta mengawal proses hukum Bripka CS. Sementara prajurit TNI diingatkan untuk tidak terprovokasi usai kasus penembakan di kafe di Cengkareng. Ilustrasi. Pomdam Jaya diminta mengawal proses hukum Bripka CS. Sementara prajurit TNI diingatkan untuk tidak terprovokasi usai kasus penembakan di kafe di Cengkareng. (Foto: Istock/sandsun)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman memerintahkan Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya) untuk mengawal proses hukum terhadap Bripka CS terkait penembakan di sebuah kafe di Cengkareng, Jakarta Barat.

Bripka CS sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penembakan yang menewaskan tiga orang. Salah satu korban merupakan prajurit aktif TNI AD.

"Pangdam Jaya sudah memerintahkan Pomdam Jaya untuk mengawal pemeriksaan dan penyelidikan Polda agar masalah ini diselesiakan secara hukum yang berkeadilan," kata Kapendam Jaya Letkol Arh Herwin BS di Polda Metro Jaya, Kamis (25/2).


Menurut Herwin, pesan tersebut disampaikan Pangdam Jaya Dudung agar satuan jajaran di bawah Kodam Jaya maupun satuan lain di wilayah Jakarta tidak membuat isu yang dapat merusak stabilitas keamanan Ibu Kota.

Pesan kedua Pangdam, lanjut Herwin, akan memperketat patroli guna mengurangi tindakan yang dapat merugikan institusi TNI AD.

"Pesan Pangdam Jaya bahwa ke depan mungkin akan lebih diperketat patroli bersama Garnisun dan Polda Metro Jaya untuk mengurangi tindakan yang merugikan nama institusi AD pada khususnya," tutur dia lagi.

Lebih lanjut, Herwin meminta prajurit di lapangan untuk tidak terprovokasi dengan pelbagai dinamika yang ada.

"Kita tetap mengharapkan sinergitas antara TNI-Polri," ucap Herwin.

Sebelumnya, Bripka CS ditetapkan sebagai tersangka dalam insiden penembakan di sebuah kafe di Cengkareng, Jakarta Barat pada Kamis (25/2) pagi.

Penembakan tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan satu orang luka. Salah satu korban meninggal diketahui merupakan seorang prajurit aktif TNI AD.

Bripka CS pun dijerat Pasal 338 KUHP. Dalam kasus ini, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menegaskan polisi bakal menegakkan hukum secara adil. Ia juga menyebut akan memproses pidana serta kode etik anak buahnya.

"Tersangka juga akan diproses secara kode etik sampai dengan hukuman dinyatakan tidak layak menjadi anggota Polri," ucap Fadil.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Fadil Imran memberikan keterangan pers terkait status tersangka pada kasus kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan. Jakarta, Kamis, 10 Desember 2020.Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Fadil Imran memberikan keterangan pers terkait status tersangka pada kasus kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan. Jakarta, Kamis, 10 Desember 2020. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Berdasarkan laporan, peristiwa bermula ketika pelaku yang diduga anggota polisi ditagih membayar minuman sebesar Rp3,3 juta. Namun pelaku tak mau membayar.

S yang bertugas sebagai tim keamanan menegur pelaku. Adu mulut antara keduanya tidak terhindarkan. Tiba-tiba pelaku mengeluarkan senjata api. Pelaku pun langsung menembakkan ke tiga korban secara bergantian.

"Kemudian pelaku keluar kafe sambil menenteng senjata api di tangan kanannya dan di jemput temannya dengan menggunakan Mobil dan pelaku sudah di amankan di Polsek Kalideres Jakarta Barat," demikian laporan terkait kasus penembakan di kafe Cengkareng.

(dis/nma)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK