800 Hektare Sawah di Aceh Besar Dilanda Kekeringan

CNN Indonesia | Minggu, 28/02/2021 04:48 WIB
Para petani di Kabupaten Aceh Besar mayoritas bercocok tanam memanfaatkan air hujan sehingga saat kemarau panjang sawah mengalami kekeringan. Ilustrasi kekeringan. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekitar 800 hektare sawah di Kabupaten Aceh Besar dilanda kekeringan akibat kemarau panjang. Kekeringan terparah dilaporkan terjadi di Kecamatan Kuta Cot Glie dan Seulimum.

Di Kecamatan Kuta Cot Glie, sawah kekeringan seluas 600 hektare. Sementara itu di Seulimum 20 hektare dan sisanya di Kecamatan Baitussalam dan kecamatan lainnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar, Jafar mengatakan, selain di tiga kecamatan itu, kekeringan juga terjadi diberbagai wilayah di Aceh Besar.


"Saat ini Pemerintah Kabupaten Aceh Besar tengah mencari solusi agar sawah yang terdampak kekeringan tidak gagal panen," kata Jafar saat konfirmasi, Sabtu (27/2).

Jafar mengatakan di lokasi kekeringan tersebut tidak memiliki irigasi yang dapat dialiri air sungai. Selama ini, sambungnya, petani bercocok tanam memanfaatkan air hujan sehingga saat kemarau panjang sawah mengalami kekeringan.

"Mereka (petani) bercocok tanam hanya berharap air hujan," katanya.

Pihaknya saat ini sudah memberikan bantuan mesin pompa air kepada petani. Pengadaan tersebut dilakukan agar petani dapat memanfaatkan pompa tersebut mengaliri air dari sungai.

Selain itu, sambungnya, untuk mengantisipasi terjadinya hal yang sama, pihaknya akan mengatur jadwal tanam padi untuk para petani di kabupaten tersebut. Hal ini untuk mencegah terjadinya kekeringan yang menyebabkan gagal panen.

"Misalnya, kebiasaan turun hujan itu di bulan berapa, sekarang kemarau, seharusnya kita tanam lebih kurang sekitar satu bulan sebelum ini, harusnya sekarang sudah panen," katanya.

(dra/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK