Bermasalah di Eropa, AstraZeneca Tetap Dipakai Indonesia

CNN Indonesia
Jumat, 12 Mar 2021 11:48 WIB
Pemerintah masih memberikan lampu hijau penggunaan vaksin AstraZeneca. Vaksin itu dilaporkan telah menyebabkan penggumpalan darah seorang warga Denmark. Pemerintah masih memberikan lampu hijau penggunaan vaksin asal perusahaan farmasi Inggris AstraZeneca meski dilaporkan bermasalah di sejumlah negara Eropa. Foto: AP/John Cairns
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Indonesia sejauh ini masih memberikan lampu hijau atas penggunaan vaksin virus corona (covid-19) asal perusahaan farmasi Inggris AstraZeneca yang tiba di Indonesia pada Senin (8/3) petang lalu. Sejumlah negara di Eropa diketahui menyetop penggunaan AstraZeneca karena menyebabkan masalah.

Sebanyak 113.600 vaksin jadi AstraZeneca itu akan dialokasikan sepenuhnya untuk program vaksinasi tahapan kedua yang menyasar petugas pelayanan publik dan warga lanjut usia (lansia) di Indonesia.

"Iya, masih diizinkan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang memiliki otoritas untuk menentukan," kata Wiku melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (12/3).


Wiku sekaligus mengajak publik untuk menunggu hasil penelitian atas temuan kasus penggumpalan darah yang terjadi di sejumlah negara Eropa. Kondisi itu diduga terjadi terhadap sejumlah orang yang disuntik dengan vaksin AstraZeneca.

"Kita tunggu saja hasil penelitian dan investigasi kasus yang sedang dilakukan beberapa negara Eropa tersebut," imbuh Wiku.

CNNIndonesia.com telah berupaya menghubungi Kepala BPOM Penny K. Lukito dan Juru Bicara Vaksinasi dari BPOM Lucia Rizka Andalusia untuk meminta konfirmasi perihal penelitian lanjut soal AstraZeneca. Namun hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum merespons pesan singkat dan panggilan telepon.

Lembaga kesehatan di Denmark, Norwegia, dan Islandia menghentikan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca usai terdapat laporan terjadi penggumpalan darah terhadap sejumlah orang yang telah menerima suntikan dosis vaksin tersebut.

Dilansir Reuters, Denmark menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca selama 14 hari, setelah dilaporkan ada seorang perempuan berusia 60 tahun meninggal akibat penggumpalan darah setelah disuntik.

Pun pada hari ini, Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha dan anggota kabinet membatalkan rencana untuk mendapatkan suntikan vaksin corona AstraZeneca. Keputusan tersebut dilakukan menyusul laporan temuan kasus penggumpalan darah tersebut.

(khr/gil)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER