Gunung Ili Lewotolok 2 Kali Erupsi, Abu Vulkanik Capai 1 Km

CNN Indonesia | Senin, 15/03/2021 11:35 WIB
Gunung Ili Lewotolok, NTT, melontarkan material pijar usai mengalami dua kali letusan pada Senin (15/3) dini hari hingga pagi. Ilustrasi aktivitas Gunung Api Ili Lewotolok, NTT. (Foto: Antara Foto/Aken Udjan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gunung Ili Lewotolok, di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami dua kali letusan yang memicu semburan abu vulkanik setinggi 500-1.000 meter pada Senin (15/3) dini hari hingga pagi.

"Mengingat aktivitas gunung Ili Lewotolok masih fluktuatif, minimnya rekaman gempa-gempa permukaan, kami imbau masyarakat mengantisipasi terjadinya lontaran material pijar yang bisa saja ke segala arah," kata Kepala Pos Pemantau Gunung Ili Lewotolok Stanis Ara Kian dihubungi dari Kupang, Senin (15/3), dikutip dari Antara.

Hal ini disampaikan berkaitan aktivitas Gunung Ili Lewotolok yang hingga saat ini masih terus mengeluarkan bunyi gemuruh disertai dengan keluarnya abu-abu vulkanik yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.


Ia mengingatkan warga di sekitar kaki gunung itu untuk menjauhi zona merah dan terus memantau pergerakan magma sehingga tidak menimbulkan hal yang tak diinginkan bersama.

Pihak Pos pemantau juga ujar dia selama ini tetap siaga dan memantau untuk memastikan bahwa tak ada semburan abu yang lebih besar dan tinggi yang dapat membahayakan warga di sekitar gunung itu.

"Dari pengamatan yang dilakukan oleh rekan-rekan kami di pos pemantau tercatat sejak pukul 00-00 WITA hingga 06.00 WITA jumlah letusan mencapai 2 kali dengan amplitudo 4-31 mili meter, dengan durasi 22-30 detik," tambah dia.

Dua kali letusan itu mengakibatkan gunung itu menyemburkan material abu vulkanik setinggi 500-1000 meter dengan warna asap kelabu. Letusan juga disertai dengan gemuruh sedang hingga kuat.

Lontaran lava pijar juga dimuntahkan oleh gunung itu sejauh 500 meter dari kawah ke arah tenggara.

Pihak Pos Pemantau merekomendasikan kepada masyarakat di sekitar Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah gunung Ili Lewotolok.

Bulan pertama di Tahun 2021, Indonesia dihantam bencana: Dari Aceh hingga Papua; dari rentetan gempa, erupsi gunung, hingga banjir.Bulan pertama di Tahun 2021, Indonesia dihantam bencana: Dari Aceh hingga Papua; dari rentetan gempa, erupsi gunung, hingga banjir. (Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen)

Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah gunung Ili Lewotolok.

Pihaknya juga mengingatkan soal potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya.

Stanis meminta masyarakat yang berada disekitar Ili Lewotolok agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

(Antara/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK