Susi Pudjiastuti Datangi KPK Usai Disinggung Edhy soal Benur

CNN Indonesia | Kamis, 18/03/2021 16:02 WIB
Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti menyambangi kantor KPK selang sehari usai disinggung Edhy Prabowo dalam sidang suap ekspor benur. Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti menyambangi kantor KPK. (Foto: CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berada di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (18/3).

Kedatangan ini berselang sehari setelah Susi disinggung oleh tersangka kasus suap ekspor benih lobster atau benur, Edhy Prabowo dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (17/3) kemarin.

Plt. Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri menyatakan, kehadiran Susi ke KPK hanya untuk kepentingan pengambilan gambar siaran salah satu media elektronik.


"Benar, Susi Pudjiastuti ke Gedung Merah Putih KPK. Informasi yang kami terima acara program salah satu TV swasta dengan narsum Ketua KPK [Firli Bahuri]," kata Ali kepada CNNIndonesia.com melalui pesan tertulis, Kamis (18/3).

Dalam persidangan kasus dugaan suap ekspor benur dengan terdakwa Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP) Suharjito, Rabu (17/3), Edhy Prabowo menyinggung Susi terkait kebijakan ekspor benur.

Menurut dia, pelarangan ekspor benur oleh Susi membuat masyarakat kehilangan pekerjaan.

"Pada saat saya Ketua Komisi IV, saya sebagai mitra KKP, Ibu Susi. Banyak masukan masyarakat di pesisir selatan Jawa, kemudian daerah Lombok, Bali, dan Indonesia timur, Sulawesi. Dan, mereka merasa kehilangan pekerjaan dengan dilaksanakannya Permen KP No 56/2016," kata Edhy secara virtual.

Kata Edhy, kala itu masyarakat memprotes mengenai Permen tersebut bahkan sampai ada massa yang merusak kantor polisi.

Oleh karena itu, ketika ditunjuk Jokowi menjadi Menteri KKP pada 2019, dia pun kembali memikirkan soal lahan pencarian nafkah masyarakat terkait budi daya lobster tersebut.

Edhy menyebut pembukaan keran budi daya dan ekspor benur bukan serta-merta keinginannya sebagai menteri. Dia mengatakan, sebelumnya, ada kajian para ahli.

"Ada bukti dengan mengunjungi masyarakat dan pendapat ahli. Kebijakan itu tidak serta-merta saya menteri tidak. Saya himpun ahli, pelaksana lapangan, walau saat awal menteri kami juga dihajar--yang menyebut saya merusak lingkungan. Itu kita himpun dengan baik," tandasnya.

(ryn/psp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK