Jemaah Akan Jalani 3 Kali Tes PCR Jika Saudi Buka Haji 2021

CNN Indonesia | Rabu, 31/03/2021 15:48 WIB
Kemenag masih menunggu kepastian pemerintah Arab Saudi untuk membuka kloter haji Indonesia pada tahun ini. Ibadah haji di masa pandemi. (Foto: AP Photo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Ramadhan Harisman mengatakan jemaah calon haji akan melakukan sedikitnya tiga kali Swab PCR apabila pemerintah Arab Saudi membuka penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

"Jika Saudi mengizinkan keberangkatan haji Indonesia, setidaknya jemaah calon haji (calhaj) akan melakukan tiga kali Swab PCR," ujar Harisman, Rabu (31/3), seperti dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan Swab PCR pertama dilakukan paling lambat 2x24 jam sebelum terbang ke Arab Saudi. Kemudian swab kedua dilakukan saat tiba di Arab Saudi. Terakhir, swab dilakukan lagi menjelang pulang ke Tanah Air.


Selain Swab PCR, jemaah juga harus melakukan swab antigen. Swab antigen ini dilakukan menjelang masuk asrama haji. "Sebab, jemaah saat akan masuk asrama harus membawa bukti negatif hasil swab antigen," kata dia.

Begitu pula dengan vaksinasi, Ramadhan menegaskan semua calhaj dan petugas haji 1442H/2021M wajib divaksinasi. Kemenag telah berkoordinasi dengan Kemenkes terkait vaksinasi calhaj yang sudah melunasi biaya haji 2020.

"Alhamdulillah, calhaj yang sudah melunasi biaya haji 2020 dan usianya di atas 60 tahun, sudah masuk prioritas vaksinasi untuk kategori lansia. Targetnya 31 Maret, dua kali dosis vaksin sudah disuntikkan ke para calhaj," ujarnya.

Sementara bagi calhaj yang sudah melunasi biaya haji 2020 dan usianya di bawah 60 tahun, berdasarkan hasil koordinasi dengan Kemenkes, akan masuk ke kategori rentan. Sebab, mereka akan melakukan perjalanan jauh ke luar negeri.

"Insya Allah calhaj yang sudah melunasi biaya haji 2020, akan divaksin dan dijadwalkan pada akhir Mei semua sudah divaksinasi," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta jajarannya agar mempersiapkan skenario penyelenggaraan haji di tengah pandemi Covid-19 sedetail mungkin, karena menyangkut keselamatan para calhaj.

"Siapkan secara detail. Saya harap pelaksanaan haji benar-benar detail persiapannya. Jangan ada yang terlewat sedikit pun, karena terkait keselamatan jemaah. Demi keselamatan jemaah, siapkan sedetail mungkin," ujar Menag.

Menag mengatakan pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan. Perubahan itu antara lain, ada pembatasan, termasuk dalam kegiatan keagamaan yang bersifat massal.

"Pembatasan juga terjadi dalam penyelenggaraan haji dan umrah sejak tahun lalu. Itu bisa menjadi pelajaran dalam persiapan, jika haji dibuka tahun ini," ujar Menag Yaqut.

(Antara/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK