AHY ke Jokowi soal KLB: Terima Kasih Sudah Tunaikan Janji

CNN Indonesia | Rabu, 31/03/2021 15:41 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat AHY berterima kasih kepada Presiden Jokowi usai Menkumham Yasonna Laoly menolak untuk mengesahkan Demokrat hasil KLB. Presiden Jokowi saat bertemu dengan AHY di Istana, Jakarta, beberapa waktu lalu. AHY berterimakasih kapada Jokowi terkait keputusan kepengurusan hasil KLB. (Foto: Dok. Biro Pers Setpres/Rusman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi seiring dengan keputusan pemerintah menolak untuk mengesahkan Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) pimpinan Moeldoko.

Menurut dia, dalam kasus KLB di Demokrat itu, pemerintah telah menegakkan hukum dengan seadil-adilnya.

"Atas nama segenap pimpinan, pengurus, kader, dan juga simpatisan Partai Demokrat di seluruh Indonesia," kata AHY di Kantor DPP Demokrat, Rabu (31/3).


"Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, yang telah menunaikan janji pemerintah, untuk menegakkan hukum dengan sebenar-benarnya dan seadil-adilnya, dalam kasus KLB yang ilegal dan inkonstitusional ini," lanjutnya.

Sebelumnya, Pemerintah, melalui Menko Polhukam Mahfud MD, mengaku tak akan mengintervensi kisruh internal Partai Demokrat dan tetap berpegang pada aturan.

"Pemerintah akan menilai ini sah, ini tidak sah, berpedoman pada aturan-aturan," kata dia, Sabtu (6/3).

AHY melanjutkan bahwa keputusan itu bukan hanya kabar baik untuk Demokrat, tetapi juga bagi kehidupan demokrasi di Tanah Air.

"Penghargaan dan ucapan terima kasih, juga kami sampaikan kepada Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM, Bapak Mahfud MD; Menteri Hukum dan HAM, Bapak Yasonna Laoly; Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo; jajaran Komisioner KPU; jajaran Kemenkumham," ucap dia.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kesetiaan, loyalitas, soliditas, kerja keras kader-kader Demokrat.

Secara khusus, ia menyampaikan penghargaan kepada sejumlah Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang pertama kali melaporkan soal kudeta terhadap dirinya.

"Ini membuktikan bahwa kedekatan dan komunikasi yang intensif di antara kita, menjadi kunci bagi soliditas dan kekuatan Partai Demokrat ke depan," kata dia.

Terpisah, DPD Demokrat Banten gelar sujud sukur usai menggelar nonton bareng (nobar) keputusan Menkumham di kantor mereka, Serang.

"Yang pasti kita bersukur kebenaran adalah kebenaran dan pemerintah sudah bersikap baik, tidak pilih kasih. Sehingga demokrasi Indonesia tetap bisa berdaulat. Sujud sukur akumulasi kita kepada Allah, ikhtiar kami di ridhoi oleh Allah," kata Sekretaris DPD Demokrat Banten, Eko Susilo, di kantornya, Rabu (31/3).

"Yang pasti KLB pelajaran luar biasa, maka kedepan akan kita intensifkan konsolidasi ke setiap daerah sampai anak ranting," terangnya.

Meski menang, pihaknya tetap memaafkan dua nama yang ikut KLB di Deli Serdang, Sumatra Utara, yakni Heri Rumawattin dan Roni Bahroni.

"Jika mereka meminta maaf, maka akan kami maafkan. Tapi sudah bukan lagi anggota partai," cetusnya.

Sebelumnya, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) sebelumnya secara resmi menolak Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) dengan Ketua Umum-nya Moeldoko.

"Pemerintah menyatakan bahwa permohonan pengesahan KLB Deli Serdang 5 Maret 2021 ditolak " ujar Yasonna dalam keterangannya.

(yoa/ynd/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK