Pengungsi Kilang Balongan Keluhkan Ispa dan Sakit Lambung

CNN Indonesia | Kamis, 01/04/2021 08:45 WIB
Dokter menduga warga tak sempat makan saat dilarikan ke pengungsian. Sehingga banyak dari pengungsi mengeluhkan sakit lambung. Posko medis di pengungsian Kilang Balongan. Foto: Dok. Pertamina
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengungsi korban kebakaran tangki di Kilang Pertamina Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengeluhkan gangguan infeksi saluran pernapasan atas (Ispa).

"Hari ketiga ini para pengungsi umumnya mengeluh gangguan pada saluran pernapasan," kata dokter jaga di pengungsian dr. Rizki seperti dikutip Antara di Indramayu, Kamis (1/4).

Rizki mengatakan warga yang mengalami gangguan pernafasan atas bukan hanya lansia, maupun orang dewasa, anak-anak pun merasakan hal yang sama.


Selain Ispa, para pengungsi juga mengeluhkan lambung mereka terasa sakit. Dokter menduga itu karena pada saat kejadian warga tidak sempat makan, sehingga keluhan tersebut hampir terjadi pada semua pengungsi.

"Untuk keluhan medis tidak terlalu berat, sehingga masih bisa kami tangani," katanya.

Tim kesehatan telah memberikan obat-obatan yang ada untuk membantu para pengungsi meminimalisasi rasa sakit mereka.

"Kita berikan mereka obat yang sesuai dan ketika ada warga merasa sakit lebih berat, maka kami rujuk ke rumah sakit," ujarnya.

Sementara untuk anak-anak, selain dipantau kesehatannya, mereka diberikan trauma healing oleh petugas dari Kementerian Sosial.

Kebakaran kilang Balongan milik Pertamina di Indramayu berhasil dipadamkan kemarin. Seluruh titik api pada 4 tangki T-301 dipadamkan pada pukul 14.35 WIB.

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina Agus Suprijanto mengatakan pemadamam berhasil dilakukan setelah tim darurat melakukan offensive fire fighting secara intensif.

"Alhamdulillah berkat kerja tim dan dukungan berbagai pihak seluruh titik api telah pada," ungkap Agus dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (31/3).

(Antara/gil)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK