PBNU Sikapi Serangan di Mabes Polri: Itu Bukan Ajaran Agama

CNN Indonesia | Kamis, 01/04/2021 09:11 WIB
Saat menyikapi serangan teror di Mabes Polri, PBNU menegaskan bahwa agama melarang seseorang melakukan aksi terorisme. Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj saat berada di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat, Jumat (1/3). (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas menilai serangan teror yang terjadi di Mabes Polri bukan merupakan ajaran agama manapun. Ia menegaskan agama melarang seseorang untuk melakukan aksi terorisme.

"Siapapun yang melakukan tindak kekerasan, apalagi melakukan teror dengan mengatasnamakan agama itu bukan ajaran agama," kata Robikin dalam pernyataan resminya di sebuah video yang dikutip Kamis (1/4).

Robikin mengutuk keras tindakan teror tersebut. Ia menegaskan bahwa dalil dalam agama apapun tidak membenarkan kekerasan dan melakukan penyerangan terhadap institusi negara.


Ia menilai Indonesia merupakan negara yang damai dan bukan negara kafir. Indonesia, kata dia, berstatus sebagai negara yang didirikan atas dasar kesepakatan para pendiri bangsa.

"Dan negara yang sah dalam pandangan agama Islam," kata dia.

Lebih lanjut, Robikin menilai fenomena "Lone wolf" dalam aksi teror menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi warga bangsa. Lone wolf merujuk pada aksi teror yang dilakukan secara individu atau sendiri. Ia menilai tindakan teror dengan lone wolf tidak mudah dideteksi.

"Mari kita tidak takut sama teror, karena target utama terorisme adalah rasa takut itu kalau dikelola itu bisa menjadi kekacauan instabilitas," kata dia.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menerangkan pelaku teror di Mabes Polri berinisial ZA beraksi seorang diri atau lone wolf. Kapolri meyakini aksi ZA didorong oleh paham radikalisme teroris, yang kemungkinan terhubung dengan ISIS.

Listyo menyampaikan saat melakukan aksinya, pelaku membawa buku kuning dan membawa sejumlah catatan. Dia juga mengatakan pelaku juga memiliki akun Instagram yang baru dibuat atau diunggah 21 jam sebelum aksinya.

"Di mana di dalamnya ada bendera ISIS, ada tulisan soal bagaimana perjuangan jihad," kata Listyo.

(rzr/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK