Pindad Siapkan 25 Ribu Senapan Serbu untuk Latihan Komcad

CNN Indonesia | Kamis, 01/04/2021 10:22 WIB
Sebanyak 25 ribu pucuk senapan serbu SS2-V5 A1 buatan PT Pindad sudah disiapkan untuk pelatihan Komponen Cadangan militer. Ilustrasi senapan serbu SS2 buatan Pt Pindad. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama PT Pindad Persero Abraham Mose menyebut pihaknya telah menyiapkan 25 ribu pucuk senjata api SS2-V5 A1 yang akan dipergunakan untuk pelatihan Komponen Cadangan (Komcad).

"Ini untuk Komcad, sudah 25.000 pucuk senjata, sudah dilengkapi tele (teleskop)," kata Abraham Mose saat kegiatan Defence Tour Kementerian Pertahanan (Kemhan) 2021 yang diselenggarakan Biro Humas Setjen Kemhan, Selasa (29/3) lalu dan rekaman suaranya telah diterima CNNIndonesia.com, Kamis (1/4).

Senjata ini, kata Abraham, berbeda dengan senjata organik yang biasa digunakan para tentara aktif lantaran berukuran lebih pendek dan ringan, sehingga lebih mudah digunakan.


Direktur Bisnis Produk Hankam PT Pindad Persero Wijil Jadmiko Budi juga menyebut senjata ini bisa dipasangi teleskop dan laser. Senjata jenis ini pun, lanjutnya, memang sengaja dibuat lebih ringan dan mudah digunakan warga sipil.

"Jadi pegangan tangan tidak langsung ke hand gun. Ini berbeda dengan senjata TNI yang ada sekarang, supaya lebih mudah penggunaannya," jelas dia.

"Jadi berbeda dengan senjata TNI yang ada sekarang jadi ini lebih ringan karena saya yakin Komcad itu sipil yang menggunakannya, jadi lebih menggunakannya demikian," imbuhnya.

Dikutip dari situs Pindad, SS2-V5 A1 berukuran 5,56 x 45 mm dengan berat tanpa peluru 3,35 Kg, dan dengan full magazine 3,71 Kg. Dilengkapi dengan popor lipat, senapan ini memiliki jarak tembak efektif sejauh 200 meter.

Diketahui, ketentuan Komcad ini diatur dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN). Sejumlah pihak pun mengkritisi program ini lantaran memaksa sipil untuk menjalani semacam dinas militer dan dikenakan hukum militer.

Komisioner Komnas HAM Bidang Pengkajian dan Penelitian Sandrayati Moniaga menyebut pelibatan warga sipil dalam hal bela negara akan lebih tepat jika berkaitan dengan ketahanan sosial, ekonomi, dan budaya.

"Pertahanan Negara dalam arti menghadapi ancaman agresi pada intinya adalah menjadi kewajiban Negara atau Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang merupakan komponen utama," kata dia, beberapa waktu lalu.

Sementara, Direktur Imparsial Al Araf meminta pelatihan Komcad hanya diberlakukan untuk para Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN), tanpa melibatkan warga sipil.

"Kalau memang pemerintah merasa perlu [membentuk Komcad] subjeknya cukup hanya terbatas enggak usah warga sipil," kata dia, Jumat (19/3).

Infografis Komcad, Pasukan Bela Negara Baru IndonesiaInfografis Komcad, Pasukan Bela Negara Baru Indonesia. (Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian)

Terpisah, Kodam I/Bukit Barisan mengaku siap merekrut 3.500 personel Komcad Matra Darat yang dibagi dalam eam batalyon dari warga sipil pada tahun ini.

Inspektur Kodam I/BB Brigjen TNI Gamal Haryo Putro mengatakan nantinya Batalyon Komcad 1,2 dan 3 dilatih di Rindam I/BB Pematangsiantar. Batalyon Komcad 4 dilatih di Yonarhanud 13/WSBY Pekanbaru, Batalyon Komcad 5 dilatih di Secata B Rindam I/BB Sumbar, dan Batalyon Komcad 6 dilatih di Yonif Raider Khusus 136/TS, Batam.

"Lama pelatihan akan disesuaikan dengan ketentuan yang dikeluarkan Kemhan RI, dan untuk teknisnya akan dibicarakan lebih lanjut setelah sosialisasi ini," kata Brigjen Gamal, Rabu (24/3).

Catatan Redaksi: Judul berita ini diubah pada Kamis (1/4) pukul 13.00 WIB. Sebelumnya berjudul"Pindad Siapkan 25 Ribu Senapan Serbu SS2-V5 A1 untuk Komcad".

(tst/fnr/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK