Virus Corona Varian Eek Masuk RI, Kemenkes Lacak Kontak

CNN Indonesia | Senin, 05/04/2021 12:56 WIB
Virus corona varian E484K atau Eek disebut lebih cepat menular dibanding varian-varian sebelumnya. Ilustrasi penelitian virus corona. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan memastikan menemukan satu kasus varian corona Eek atau E484K dari Jepang di Indonesia. Sampai saat ini, lokasi penemuan kasus masih diselidiki.

"Ini kasus pertama untuk varian E484K ya. Kita sedang lakukan pelacakan kasus kontak ya," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi kepada CNNIndonesia.com, Senin (5/4).

Nadia mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai lokasi hingga status konfirmasi kasus tersebut. Namun ia menegaskan pengendalian penularan mutasi Covid-19 akan tetap didorong melalui vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan.


"Kita ketahui vaksin dan protokol kesehatan merupakan cara yang masih sangat efektif untuk mengendalikan penularan mutasi Covid-19," tambah dia.

Pernyataan tersebut disampaikan Nadia setelah Kepala LBM Eijkman, Amin Soebandrio lebih dulu melaporkan bahwa sudah ada satu kasus E484K di Indonesia.

Ia mengaku mendapat laporan tersebut dari GISAID, lembaga yang melakukan pemantauan dan melaporkan hasil pemeriksaan genome sequencing untuk melacak mutasi corona.

"Itu (kasus E484K) sebelumnya memang ada di Inggris juga. Tapi ada juga di Brasil dan belakangan muncul di Jepang ada 10 kasus. Cuma di Indonesia baru satu ditemukan yang mutasi Eek itu," katanya kepada CNNIndonesia.com.

Amin mengatakan dengan mulai bermunculannya mutasi corona di Indonesia, pemerintah harus menggalakkan penerapan protokol kesehatan dan penanganan pandemi.

Ia menjelaskan ketika ditemukan mutasi, penanganan pandemi yang baik tidak bisa hanya didorong pada lokasi mutasi ditemukan, tapi merata di seluruh daerah.

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mewanti-wanti varian E484K lebih cepat menular dibanding varian-varian sebelumnya.

Untuk itu, ia meminta masyarakat tidak lengah dan terus memperketat penerapan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan).

Ia mengatakan pemerintah juga akan berupaya memperkuat pencarian strain virus menggunakan metode Whole Genome Sequencing seiring dengan bertambahnya varian mutasi baru.

"Varian E484K merupakan hasil mutasi dari varian B117. Mutasi E484K pada protein spike adalah mutasi yang sama seperti yang ditemukan di Afrika Selatan dan Brasil. Berdasarkan hasil penelitian, varian ini lebih cepat menular," ungkapnya, Kamis (1/4).

(fey/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK