Kemenkes Bakal Pakai TikTok Beri Informasi Vaksinasi Covid-19

CNN Indonesia | Rabu, 07/04/2021 17:42 WIB
Kemenkes menyebut TikTok digunakan untuk menyasar kelompok anak muda dan melawan kabar bohong alias hoaks terkait vaksinasi Covid-19. Kemenkes bakal memakai TikTok dalam menyampaikan informasi terkait vaksinasi Covid-19 untuk menyasar anak muda dan melawan hoaks. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bakal memakai TikTok untuk menggencarkan informasi dan edukasi soal program vaksinasi virus corona (Covid-19). TikTok dipercaya mampu menyasar para kawula muda dalam penyampaian edukasi dan informasi tersebut.

"Kita mungkin akan bikin dengan TikTok, pokoknya yang milenial coba kita ikuti. Karena yang seperti itu yang mudah, yang lebih gampang ditangkap oleh masyarakat," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati melalui kanal YouTube Kemenkes, Rabu (7/4).

Widyawati yang akrab disapa Wiwid itu menjelaskan dalam setahun terakhir informasi hoaks dan misinformasi muncul setiap hari di lini masa media sosial hingga pemberitaan sejumlah media Indonesia.


Menurutnya, Kemenkes telah berupaya menyampaikan klarifikasi berita yang benar hingga penguatan literasi isu kesehatan kepada masyarakat melalui situs dan media sosial resmi milik Kemenkes.

Wiwid menyadari informasi 'sesat' mudah sekali menyebar dalam hitungan jam di era digital. Namun, ia berharap masyarakat dapat membantu proses eradikasi penyebaran informasi hoaks tersebut.

"Kita tahu kalau banyaknya hoaks mungkin disebabkan rendahnya literasi masyarakat Indonesia. Jempolnya ringan banget, dia lebih cepat mengetik daripada berpikir, dan ada efek-efek polarisasi yang lain," ujarnya.

Lebih lanjut, Wiwid mengatakan hoaks yang menyebar belakangan ini terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) vaksinasi Covid-19. Menurutnya, hoaks tersebut membuat target vaksinasi susah terpenuhi.

Wiwid menyebut para warga akhirnya takut untuk menerima suntikan vaksin Covid-19. Oleh sebab itu, ia mengaku akan sering membuat konferensi pers yang berisi penjelasan secara ilmiah, sehingga masyarakat dapat menangkis kabar-kabar hoaks tersebut.

"Hoaks belakangan ini banyak banget tentang KIPI," katanya.

Wiwid mewanti-wanti masyarakat untuk tak mudah percaya apa yang dilihat di media sosial. Ia juga meminta apabila masyarakat ragu terhadap suatu pemberitaan, jangan langsung menyebarkan itu ke grup WhatsApp.

"Kita suka bilang 3S yakni saring sebelum sharing," ujarnya.

(khr/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK