Zulhas Nilai Pembentukan Poros Partai Islam Kontraproduktif

CNN Indonesia | Sabtu, 17/04/2021 02:40 WIB
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menilai wacana pembentukan poros partai Islam di Pilpres 2024 justru akan memperkuat politik aliran di Indonesia. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menilai wacana pembentukan poros partai Islam di Pilpres 2024 justru akan memperkuat politik aliran di Indonesia. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan alias Zulhas menilai wacana pembentukan koalisi poros partai Islam untuk menghadapi Pilpres 2024 kontraproduktif dengan upaya rekonsiliasi nasional serta memperkuat persatuan dan kesatuan.

"Dalam satu dua hari ini, saya menyimak munculnya wacana pembentukan koalisi partai Islam untuk pemilu tahun 2024. Saya menilai wacana ini justru kontraproduktif dengan upaya kita melakukan rekonsiliasi nasional, memperkuat dan memperkokoh persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa dan negara," kata Zulhas dalam keterangannya yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (16/4).

Dia menyatakan wacana membentuk poros partai Islam di Pilpres 2024 justru akan memperkuat politik aliran di Indonesia. Menurutnya, hal itu tidak boleh terjadi dan semua pihak harus berjuang untuk kebaikan dan kepentingan seluruh golongan.


"Seharusnya saat ini kita bersama-sama berpikir untuk kesejahteraan rakyat, mewujudkan ide kesetaraan, merumuskan gagasan tentang kedaulatan, dan seterusnya," katanya.

Lebih lanjut, Zulhas berpendapat seharusnya parpol bersama-sama berpikir agar Indonesia memiliki pemerintahan yang bersih dan penegakan hukum yang adil.

"Bagaimana agar kita memiliki ekonomi yang setara, bagaimana agar kita tidak lagi bergantung pada impor pangan dari negara lain, bagaimana memperkuat militer dan pertahanan kita, bagaimana menciptakan harmoni di tengah segala perbedaan yang ada," ungkapnya.

Zulhas menekankan gagasan PAN tentang Islam adalah Islam substansial.

"Islam tengah (wasathiyah), ajaran Islam yang diterjemahkan ke dalam berbagai dimensi kehidupan. Gagasan Islam yang rahmatan lil 'alamin. Dalam bahasa Buya Hamka, Islam garam, bukan Islam gincu," kata dia.

Sebelumnya PKS dan PPP membuka peluang mewujudkan koalisi partai-partai Islam pada Pemilu 2024 mendatang. Sekretaris Jenderal DPP PKS, Aboe Bakar Al-Habsyi menyatakan kemungkinan penjajakan untuk membentuk koalisi partai Islam di Pilpres 2024 masih terbuka.

Rencana tersebut mendapat dukungan dari Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra dan Waketum PKB Jazilul Fawaid.

Yusril mendorong terbentuknya poros tengah yang berisikan koalisi partai-partai Islam di Pemilu 2024 mendatang.

(mts/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK