Satgas Ingatkan Masyarakat Tingkatkan Prokes Selama Ramadan

KPC PEN, CNN Indonesia | Jumat, 16/04/2021 21:38 WIB
Satgas Penanganan Covid-19 terus mengingatkan masyarakat agar tetap dan lebih patuh menjalankan protokol kesehatan selama bulan Ramadan. Masyarakat diingatkan untuk lebih meningkatkan lagi kepatuhan protokol kesehatan selama Ramadan. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 terus mengingatkan masyarakat agar tetap patuh menjalankan protokol kesehatan (prokes). Satu hal yang menjadi harapan bersama, level kepatuhan masyarakat bisa meningkat.

Peringatan satgas ini merespons tren kasus harian Covid-19 yang secara nasional terkontrol di angka 4.000-an kasus beberapa pekan terakhir.

Kabid Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Sonny Harry Harmadi menyampaikan, tren kasus positif Covid-19 mengalami penurunan, terutama sejak minggu ketiga Januari sampai awal April 2021.


"DKI Jakarta termasuk Provinsi dengan tingkat kepatuhan menjalankan protokol kesehatan tertinggi selain Bali dan beberapa provinsi lainnya," kata Sonny dalam Dialog Produktif bertema Protokol Kesehatan Bulan Ramadan yang diselenggarakan KPCPEN dan ditayangkan di FMB9ID_IKP, Jumat (16/4).

Kendati begitu Sonny mengingatkan untuk memperhatikan kecenderungan perubahan perilaku di masyarakat. Salah satunya menurunnya kepatuhan masyarakat dalam protokol kesehatan dalam beberapa minggu terakhir.

"Ada kecenderungan beberapa minggu terakhir, angka kepatuhan masyarakatnya menurun. Di DKI Jakarta yang dinilai bagus bulan lalu kepatuhan memakai masker mencapai 85 persen, sekarang angkanya 80-81 persen," lanjutnya.

Secara nasional, menurut Sonny, positivity rate di Indonesia memang turun dari sekitar 25-27 persen di Maret menjadi sekitar 11-14 persen di April.

"Kasus aktif kita turun yang puncaknya mencapai 176.000 di Februari 2021, sekarang menjadi sekitar 108.000. Jadi ini hal bagus tapi jangan kita menjadi lengah, apalagi di tengah dunia sedang mengalami pandemi gelombang ketiga," terangnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti. Kata dia, penurunan kasus aktif dan positif Covid-19 sampai Maret 2021 sangat terlihat di DKI Jakarta.

"Tapi tentu hal ini jangan sampai melengahkan kita, karena dua pekan ini kasus harian kita cenderung meningkat lagi sekitar 200 kasus per hari," ujarnya.

Oleh karena itu di bulan Ramadan ini, pemerintah dan berbagai pihak mengimbau kembali masyarakat untuk mengurangi jumlah kapasitas jamaah masjid dan tempat ibadah lainnya.

Di bulan Ramadan kali ini, Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Nasarudin Umar berpesan agar umat muslim kalau bisa lebih baik untuk menunaikan ibadah di rumah ketimbang di masjid.

"Memang pergi ke masjid itu mulia. Tapi kalau ada masalah darurat yang lebih utama kita di rumah saja. Mencegah bahaya itu jauh lebih besar daripada mengejar manfaat. Bagaimanapun juga pergi ke masjid itu hukumnya sunat, tarawih itu sunat, bahkan salat Idul Fitri itu sunat," katanya.

Nasarudin menerangkan, saat ini Istiqlal menerapkan aturan kuota 50 persen dari kapasitas masjid, namun pada praktiknya hanya menerima jamaah 1 persen dari kapasitas masjid.

"Jadi kita hanya terima 2.000 jamaah. Itupun dengan menjalani prokes yang mungkin lebih dari rekomendasi Pemprov DKI Jakarta, misalnya jarak jamaah salat 1 meter, kami bisa 1,5-2 meter," tutur Nasarudin.

Bagi Nasarudin, Istiqlal perlu tampil menjadi contoh untuk masjid-masjid di Indonesia dalam hal menjaga protokol kesehatan dan membatasi kapasitas jamaah mereka.

"Caranya tentu dengan memilih redaksi yang paling santun agar jamaah tidak tersinggung dengan pembatasan kami ini," terangnya.

Di sisi lain, Sonny menambahkan Satgas Covid-19 dalam hal ini telah menyampaikan bahwa ada beberapa titik waspada selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri yang perlu diperhatikan.

Pertama, titik perbelanjaan ketika orang-orang mencari takjil atau makanan untuk berbuka. Kedua, mewaspadai penyebaran kasus di tempat ibadah.

"Ketiga kita mewaspadai tempat-tempat pariwisata atau restoran. Terakhir kita membatasi pergerakan massa. Oleh karenanya tahun ini tidak ada mudik untuk melindungi semua elemen masyarakat," ucap Sonny.

Sementara itu, vaksinolog, dr. Dirga Sakti Rambe juga terus mengingatkan pentingnya prokes di masa pandemi. Dia pada dasarnya yakin masyarakat sudah memiliki pengetahuan yang cukup setelah satu tahun menghadapi pandemi.

"Tapi kita harus terus mengingatkan dengan edukasi hingga ke level RT/RW. Secara umum saya perhatikan kesadaran masyarakat di DKI Jakarta, di kota-kota di Jawa, dan kota luar pulau Jawa relatif baik daripada di awal pandemi," katanya.

"Hanya saja kita jangan lengah. 3M, 3T, dan vaksinasi itu adalah kunci untuk menanggulangi pandemi," tutup dia.

(osc)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK