Danau Baru Terbentuk di Kupang Usai Badai Seroja

CNN Indonesia | Minggu, 18/04/2021 13:26 WIB
Danau baru seluas dua hektare terbentuk usai badai siklon Seroja melanda NTT. Menurut warga, danau itu makin meluas dan merendam lahan pertanian. Sejumlah warga menebang pohon yang tumbang akibat diterjang angin kencang di Kota Kupang. (Antara Foto/Kornelis Kaha)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badai siklon tropis Seroja yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak pada terbentuknya satu danau baru seluas dua hektare di RT14/RW06, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

"Danau ini mulai terbentuk saat badai siklon tropis Seroja melanda daerah ini. Pada Senin (5/4) pagi kami melihat air semakin meluas dan mengenangi seluruh lahan pertanian milik petani. Luasan genangan air semakin meluas," kata Hendrik Lasa, warga RT14/RW06, Kelurahan Sikumana seperti dikutip dari Antara di Kupang, Minggu (18/4).

Danau itu, kata Hendrik, sebelumnya digunakan sebagai lahan pertanian milik warga untuk menanam palawija.


Akibat terbentuknya danau itu, seluruh lahan tanaman pertanian seperti jagung, kacang, buncis dan kelapa yang siap panen semua tenggelam.

Henrik Lasa mengatakan, setelah puluhan tahun berdomisili di kawasan itu belum pernah mengalami peristiwa seperti ini.

"Kejadian ini baru pertama kali terjadi sehingga kami sangat khawatir akan munculnya bencana baru karena ketinggian air terus bertambah," katanya.

Menurut dia, ketinggian air danau terus bertambah karena air yang mengalir dari mata air Tangkolo dan sumber mata air baru di kawasan itu semakin banyak.

"Ada belasan sumber mata air baru yang muncul di sekitar danau ini sehingga ketinggian air terus bertambah. Kami khawatir bisa berdampak luas dan menimbulkan bencana baru ke kawasan pemukiman warga di Sikumana apabila air danau ini terus bertambah tinggi," kata Hendrik Lasa.

Sementara itu Batz Sebaneno (38), warga setempat lainnya mengatakan sejak danau ini terbentuk pada dua pekan lalu sejumlah sumber mata air baru muncul dalam rumah penduduk setempat

"Kami sudah tidak bisa masak dalam dapur karena air muncul dalam rumah sejak danau ini terbentuk. Bahkan di depan rumah kami juga ada muncul sumber mata air baru," katanya.

(Antara/ugo)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK