Menkes Ungkap Vaksin Lansia Rendah karena Banyak yang Takut

CNN Indonesia | Senin, 19/04/2021 11:59 WIB
Menkes Budi mengungkap vaksinasi lansia masih rendah karena masih banyak yang merasa takut dan sungkan untuk menerima vaksin. Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Kris - Biro Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan salah satu faktor rendahnya partisipasi warga lanjut usia (lansia) dalam program vaksinasi nasional karena banyak lansia yang merasa takut disuntik vaksin covid-19.

Padahal menurutnya lansia merupakan salah satu kelompok yang rentan terpapar covid-19 serta menyumbang angka kematian covid-19 cukup tinggi di tanah air. Untuk itu, pemerintah menargetkan sebanyak 21.553.118 lansia rampung menerima suntikan vaksin pada tahun ini.

"Kita sekarang sudah mendorong vaksinasi ke lansia, karena masih banyak lansia yang merasa takut, enggan, sungkan datang termasuk anak-anaknya juga ragu mengajak bapak atau ibu untuk suntik. Padahal vaksinasi ini sangat penting untuk melindungi mereka," kata Budi dalam sambutan peninjauan vaksinasi seniman yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (19/4).


Data Kementerian Kesehatan per Minggu (18/4) pukul 18.00 WIB mencatat baru 2.203.494 lansia yang mendapat suntikan dosis pertama, sementara 936.963 lainnya rampung mendapat dua dosis vaksin covid-19.

Artinya, capaian dosis pertama lansia baru mencapai 10,22 persen, sementara yang rampung mendapat vaksinasi secara lengkap yakni 4,35 persen selama dua bulan terakhir.

Budi sebelumnya juga menyayangkan progres penyuntikan vaksin pada lansia yang berjalan lamban ketimbang progres vaksinasi yang menyasar petugas pelayanan publik. Kedua sasaran vaksinasi ini berjalan secara paralel sejak pertengahan Februari lalu, namun capaian keduanya berbeda.

Budi mengaku salah satu upaya pemerintah mendorong dan mengakselerasi vaksinasi lansia adalah dengan melakukan vaksinasi pada pelaku kesenian dan budayawan.

Mereka, kata Budi, merupakan kelompok orang yang kerap ditonton di layar televisi, sehingga diharapkan mampu menyampaikan pesan vaksinasi secara baik kepada khalayak luas, terutama lansia.

"Kami harapkan dengan mereka divaksinasi, bisa juga membantu agar teman-teman yang menyaksikan mereka bisa lebih yakin bahwa vaksinasi itu aman, terutama para lansia," pungkasnya.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi sebelumnya juga memastikan sebanyak 60 persen ketersediaan vaksin covid-19 di bulan April yang berjumlah sekitar 7-11 juta dosis akan dialokasikan khusus untuk program vaksinasi lansia di Indonesia

Dengan kondisi itu, Nadia mengaku pihaknya akan menggenjot vaksinasi lansia dengan membuka beberapa sentra vaksinasi atau vaksinasi massal yang dibantu beberapa pihak dari swasta.

Kemenkes saat ini bahkan telah membuka program vaksinasi anak muda dengan syarat membawa dua lansia untuk ikut divaksinasi. Namun, program itu saat ini hanya dilaksanakan di kota besar, salah satunya DKI Jakarta.

(khr/pris)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK