Dicecar Rizieq, Saksi Kompak Sebut Massa Megamendung Spontan

CNN Indonesia | Senin, 19/04/2021 15:34 WIB
Sebanyak 4 saksi yang dihadirkan jaksa pada persidangan Rizieq Shihab, kompak menyebut massa yang hadir di Megamendung datang secara spontan tanpa mobilisasi. Sidang lanjutan Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (19/4). (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mencecar empat saksi pada persidangan kasus kerumunan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (19/4).

Pertanyaan Rizieq itu terkait motif kerumunan massa yang hadir dari Simpang Gadog hingga sekitar pondok pesantren Agrokultural Markaz Syariah Megamendung. Kondisi tersebut kemudian membuatnya dijerat perkara hukum dan kini menjalani persidangan.


Dalam sidang itu, Rizieq awalnya menanyakan ke semua saksi ihwal undangan resmi yang diduga membuat massa berkumpul di sepanjang Simpang Gadog. Para saksi lantas menyatakan undangan tersebut hanya berupa pesan singkat WhastApp yang tak jelas asal usulnya.

"Apakah ada anda mendapatkan selebaran atau undangan resmi seperti di WA. Kartu undangan resminya ada ga? ," tanya Rizieq.

"Tidak ada," jawab empat saksi kompak.

Mendengar jawaban tersebut, Rizieq menanyakan lagi kepada saksi, apakah mendapatkan undangan atau pemberitahuan kedatangannya itu berupa spanduk di sepanjang jalan. Lagi-lagi para saksi menjawab, tidak melihat ada pemberitahuan kedatangan Rizieq yang berbentuk spanduk.

"Kalau undangan berbentuk spanduk ada nggak?" tanya Rizieq.

"Saya tidak ada [melihat]," jawab para saksi kompak.

"Baik, terima kasih . Jadi sumber itu hanya lewat WhatsApp tadi. Terima kasih," ucap Rizieq.

Selain itu, Rizieq juga mencecar para saksi terkait motif massa yang hadir dalam kerumunan di Megamendung tersebut. Ia lantas menanyakan apakah ada mobilisasi oleh panitia ataukah peserta hadir secara spontan.

"Mereka datang spontan, ada A, B, C kebanyakan ada yang naik motor dan jalan kaki," jawab saksi Kabid Pengendalian dan Operasional Satpol PP Kabupaten Bogor, Teguh Sugiarto.

"Spontan," jawab Camat Megamendung, Endi Rismawan.

Mendengar hal itu, Rizieq menganggap bila motif massa yang hadir menurut saksi dilakukan secara spontan maka tak seharusnya dirinya menjadi kambing hitam atas kasus ini.

Tak hanya itu, Rizieq kembali mencecar para saksi soal massa yang hadir, apakah untuk melakukan demo atau menyambut kehadiran dirinya. Para saksi lantas menjawab bahwa massa yang hadir untuk menyambut Rizieq.

"Menyambut," kompak seluruh saksi.

Rizieq kembali melontarkan pertanyaan kepada seluruh saksi apakah massa tersebut menyambutnya dengan cinta atau benci.

"Penuh cinta. Karena saya ada di lapangan," kata saksi Teguh.

"Sama," kata tiga saksi lainnya.

Mendengar hal itu, Rizieq memyimpulkan bahwa kerumunan massa yang hadir mengular dari Simpang Gadog menuju pesantrennya merupakan bentuk aksi spontan.

"Mereka spontan, antusias, mereka bukan mendemo. Dan tak ada panitia, karena spontan," kata Rizieq.

Diketahui, jaksa menghadirkan empat saksi dalam sidang Rizieq Shihab di perkara kerumunan Megamendung. Mereka yakni Camat Megamendung Endi Rismawan, Kasatpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridhallah, Kabid Pengendalian dan Operasional Satpol PP Kabupaten Bogor Teguh Sugiarto dan, Kasie Trantib Satpol PP Bogor Iwan relawan.

Dalam perkara ini, Rizieq didakwa melanggar sejumlah pasal terkait UU Kekarantinaan Kesehatan dengan menghalangi-halangi penanggulangan wabah. Ia terancam kurungan penjara maksimal maksimal satu tahun.

Kerumunan di Megamendung terjadi sepekan setelah kepulangan Rizieq dari Arab Saudi pada pertengahan November 2020 lalu. Saat itu, Rizieq menjalani rangkaian kegiatan salah satunya di Pondok Pesantren Alam Agrikultural Markaz Syariah miliknya.

Infografis Rizieq Pulang Memicu KerumunanInfografis Rizieq Pulang Memicu Kerumunan. (CNNIndonesia/Basith Subastian)

(rzr/nma)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK