Penyebaran Covid di Klaster Perkantoran DKI Jakarta Melonjak

CNN Indonesia
Sabtu, 24 Apr 2021 17:17 WIB
Pemda DKI Jakarta menyebut penyebaran covid-19 klaster perkantoran pada 12-18 April tembus 425 di 177 kantor, naik 3 kali lipat dari 5-11 April. Penyebaran virus corona di DKI Jakarta klaster perkantoran naik 3 kali lipat. Ilustrasi kantor. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut kasus positif virus corona (Covid-19) di klaster perkantoran kembali meningkat.

Informasi itu diunggah akun resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, @dkijakarta di Instagram, Sabtu (24/4). Dari keterangan gambar, disebutkan bahwa pada periode 12-18 April 2021 ada 425 jumlah kasus positif yang ditemukan di 177 perkantoran.

Jumlah tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibanding periode 5-11 April 2021 yang hanya mencatatkan 157 kasus dari 78 perkantoran.

[Gambas:Instagram]

"Sebagian besar kasus konfirmasi Covid-19 di perkantoran terjadi pada perkantoran yang sudah menerima vaksinasi Covid-19," demikian bunyi keterangan dalam unggahan tersebut, sebagaimana dikutip Sabtu (24/4).

Dalam keterangannya, Pemprov DKI meminta warga tetap mewaspadai penularan virus corona, meski telah mendapatkan vaksin. Menurutnya, vaksinasi hanya memperkecil kemungkinan terjadinya gejala yang berat dan komplikasi akibat Covid-19 dan tetap bisa menularkan jika seorang terinfeksi Covid-19.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria juga meminta warga tak euforia berlebihan menanggapi melandainya penyebaran virus corona (Covid-19) di Ibu Kota. Riza meminta warga tetap mewaspadai lonjakan kasus positif Covid.

Menurut Riza, warga harus belajar dari negara-negara lain yang mengalami lonjakan kasus usai sempat melandai. Bahkan, menurutnya, di beberapa negara kasus Covid-19 lebih mematikan.

"Kita Indonesia, Jakarta mengalami penurunan, tapi tidak boleh lupa, tidak boleh euforia. Tetap disiplin yang tinggi, protokol kesehatan yang baik, yang ketat. Jangan terjadi peningkatan kembali," ungkap Riza beberapa waktu lalu.

"Mumpung ini trennya turun. Harus diikuti dengan peningkatan disiplin. Justru bukan pelonggaran daripada warga," lanjutnya.

Sampai dengan Sabtu (24/4), jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta sebanyak 404.167. Dari jumlah tersebut, 390.265 telah sembuh, dan 6.580 meninggal dunia.

(dmi/agt)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER