Pria Ejek Pemakai Masker di Mal Mengaku Tak Percaya Covid

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 15:46 WIB
Pria yang mengejek pemakai masker di mal Surabaya meminta maaf dan mengakui bahwa dirinya tak percaya dengan covid-19. Pria pengejek pengunjung mal bermasker di Surabaya meminta maaf. (Foto: CNN Indonesia/ Farid)
Surabaya, CNN Indonesia --

Pria yang mengejek para pemakai masker di Pakuwon Mall Surabaya dengan sebutan tolol dan goblok akhirnya minta maaf. Ia mengaku tak percaya dengan keberadaan virus covid-19.

Pria bernama Putu Arimbawa (28), Warga Driyorejo, Gresik, Jawa Timur itu mengaku tak percaya Covid-19 ada.

"Saya masih abu-abu masalah corona, percaya enggak percaya. Itu hanya opini saya," kata Putu di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (4/5).


Putu menuturkan, aksinya itu direkam saat dirinya mengunjungi Pakuwon Mall pada Minggu (2/5).

Putu yang berprofesi sebagai pedagang online dan pemilik barbershop ini mengaku sempat memakai masker saat memasuki mal. Namun setibanya di dalam, masker itu dilepas.

"Awalnya pakai masker, waktu di dalam saya lepas," tuturnya.

Ia kemudian sengaja merekam video berisi ejekan kepada pengunjung mal yang tetap memakai masker. Putu menyebut, video yang memuat ejekan itu adalah opininya.

"Awalnya iseng ingin beropini aja begitu mengenai penggunaan masker," ucap dia.

Namun, setelah videonya itu beredar luas dan mendapatkan respons publik, Putu pun menyesali perbuatannya. Menurutnya ejekan goblok dan tolol terhadap pengunjung mal yang memakai masker itu, adalah ucapan yang tidak pantas.

"Saya menyesali kata-kata yang saya ucapkan, memang tidak pantas," ujarnya.

Infografis Jenis Masker Mana yang Lebih Efektif untuk Cegah Corona?(Foto: CNN Indonesia/Fajrian)

Ia pun meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah taat menegakkan protokol kesehatan, terutama warga Surabaya. Putu menyadari videonya itu meresahkan dan mengganggu banyak orang.

"Saya meminta maaf kepada seluruh warga Indonesia yang sudah melihat instastory [video] saya, yang merasa terganggu bahwa orang yang memakai masker adalah orang bodoh, terutama warga Surabaya," katanya.

Ia pun berjanji, usai kejadian ini, akan patuh menerapkan protokol kesehatan dan memakai masker setiap ia bepergian.

"Saya minta maaf sebesar-besarnya, kepada Semua masyarakat yang sudah patuh terhadap prokes. Saat ini Saya akan patuh prokes terutama menggunakan masker," ucap Putu.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian, mengatakan, Putu berhasil dimankan oleh Polsek Lakarsantri di bilangan Driyorejo. Pelaku kemudian dibawa ke Mapolrestabes Surabaya untuk diperiksa.

"Penangkapan yang bersangkutan di daerah Driyorejo. Akhirnya setelah kami amankan, diinterogasi," kata Oki.

Kendati demikian, perihal sanksi dan hukuman yang bakal dijatuhkan kepada Putu, Oki mengatakan hal itu merupakan wewenang Satgas Penanganan Covid-19 Surabaya.

Sementara itu Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur menyayangkan sikap Putu yang mengejek pengunjung mal bermasker.

"Kami sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut dan akan memberikan tindakan tegas kepada pelakunya," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Makhyan Jibril dr Makhyan Jibril Al-Farabi, kepada CNNIndonesia.com.

Jibril mengatakan, ia bersama tim satgas dan seluruh lapisan masyarakat sudah bekerja keras untuk mengedukasi dan meminta warga Jatim agar patuh terhadap kesehatan.

Kerja keras itu kemudian dibuktikan dengan patuhnya masyarakat, dan sudah tidak ada lagi zona merah atau daerah risiko tinggi penularan Covid-19 di provinsi ini.

"Kini malah dirusak oleh pihak yang tidak punya empati dengan mengolok-olok orang-orang baik yang sudah memakai masker dengan benar," ucapnya.

(frd/psp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK