AstraZeneca di Sulsel Diprioritaskan bagi TNI dan Polri

CNN Indonesia | Senin, 17/05/2021 09:14 WIB
Vaksin AstraZeneca yang masuk Sulawesi Selatan akan digunakan bagi personel TNI/Polri di tengah penghentian sementara batch CTMAV547. Vaksin AstraZeneca. (Foto: REUTERS/DADO RUVIC)
Makassar, CNN Indonesia --

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Ichsan Mustari menyatakan vaksin AstraZeneca yang masuk di wilayah Sulsel saat ini ditujukan bagi personel TNI Polri.

Selain vaksin AstraZeneca, Ichsan menuturkan, ada pula vaksin Sinovac produksi China yang akan dipakai masyarakat Sulsel.

"Vaksin di Sulsel ada Sinovac, ada juga AstraZeneca. Tapi AstraZeneca ini untuk TNI Polri. Sementara ini masih persiapan vaksinasi untuk personel TNI Polri yang belum divaksin," kata Ichsan, Minggu (16/5).


Pihaknya saat ini tengah fokus melakukan vaksinasi terhadap para tenaga pengajar dan juga orang lanjut usia yang menjadi prioritas vaksinasi.

Ia menargetkan vaksinasi bagi guru dapat segera rampung pada Juni mendatang.

"Vaksinasi di Sulsel diprioritaskan untuk guru dan lansia. Guru sekarang sudah ada 50 persen, kita kejar hingga bulan Juni sudah 100 persen, sambil kita menunggu kiriman vaksin dari pusat," jelasnya.

Sedangkan, lanjut Ichsan, untuk jadwal vaksinasi masyarakat umum masih menunggu instruksi dari Kementerian Kesehatan RI.

"Untuk vaksinasi umum nanti setelah Juli, tapi kita masih menunggu dari pusat. Tapi untuk sementara hanya dua jenis vaksin yang ada di Sulsel," ungkapnya.

Penggunaan vaksin AstraZeneca diketahui disetop sementara untuk batch (kumpulan produksi) CTMAV547. Tindakan itu diambil untuk keperluan pengujian toksisitas dan sterilitas oleh BPOM.

Kebijakan penghentian sementara diambil sebagai tindak lanjut dari laporan KIPI serius yang diduga berkaitan dengan AstraZeneca batch CTMAV547.

Batch CTMAV547 berjumlah 448.480 dosis dan merupakan bagian dari 3.852.000 dosis AstraZeneca yang diterima Indonesia pada 26 April 2021 melalui skema Covax Facility/WHO.

Batch itu sudah didistribusikan untuk TNI dan sebagian ke DKI Jakarta dan Sulawesi Utara.

(mir/pris)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK