UPDATE CORONA 20 MEI

Rangkuman Covid: Potensi Covid DKI Naik, Ratusan KIPI Serius

CNN Indonesia
Kamis, 20 Mei 2021 16:59 WIB
Rangkuman Covid: Potensi Covid DKI Naik, Ratusan KIPI Serius
Sejumlah pakar memprediksi terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta usai arus balik pemudik hingga ratusan laporan usai vaksinasi Sinovac dan AstraZeneca. Ilustrasi (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia belum berakhir. Saat ini, pemerintah dihadapi pada potensi lonjakan kasus virus corona usai libur Lebaran Idulfitri 1442 Hijriah.

Pemerintah menyatakan kasus Covid-19 relatif masih terkendali, sebab kasus aktif saat ini 5,3 persen, lebih rendah dibanding rata-rata global sebesar 11,09 persen

Namun, para epidemiolog masih meyakini Indonesia akan dihadapkan pada peningkatan kasus hingga 30 persen lebih. Bahkan, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) memprediksi lonjakan kasus Covid-19 di DKI akan terjadi dalam waktu dekat usai arus balik pemudik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah sebaran kasus covid-19 yang masih belum terkendali di Indonesia. Kementerian Kesehatan tengah menjalankan program vaksinasi nasional yang saat ini memasuki tahap ketiga.

Program itu nantinya diharapkan dapat mencapai target herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona. Capaian itu dinilai akan terlewati setelah pemerintah rampung melakukan vaksinasi terhadap total 181.554.465

CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.

Prediksi Lonjakan Covid DKI

PB IDI memprediksi DKI Jakarta akan mengalami lonjakan kasus virus corona dalam waktu dekat imbas arus balik para pemudik pasca Idulfitri 1442 Hijriah.

Adib juga menilai lonjakan kasus itu dapat terjadi di ibu kota apabila para pekerja yang terlanjur mudik atau melakukan perjalanan jarak jauh tidak melakukan isolasi mandiri terlebih dahulu, melainkan langsung berangkat ke tempat kerja masing-masing.

229 KIPI Serius Vaksin di RI

Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) menerima sebanyak 229 laporan efek samping serius dari pemberian vaksin virus corona (covid-19) di Indonesia. Rinciannya, 211 laporan dari vaksin Sinovac dan 18 laporan dari vaksin AstraZeneca.

Sementara untuk KIPI nonserius tercatat 10.627 laporan yang masuk, rinciannya Sinovac 9.738 dan AstraZeneca 889 laporan.

Adapun program vaksinasi nasional menggunakan vaksin Sinovac telah dimulai sejak pekan kedua Januari 2021 sementara untuk AstraZeneca baru dimulai pekan ketiga Maret 2021 lalu.

Potensi Gelombang Mudik Kedua

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan saat ini pemerintah tengah mengantisipasi potensi terjadinya warga mudik gelombang dua usai Idulfitri 1442 Hijriah. Pemerintah sebelumnya menetapkan larangan mudik pada 6-17 Mei 2021.

Pemerintah juga telah memberlakukan pengetatan mudik di masa sebelum dan sesudah larangan mudik yakni pada 22 April sampai 5 Mei 2021 dan 18 Mei sampai 24 Mei 2021.

Pembatasan Usia Vaksinasi AstraZeneca Dikaji

Komnas KIPI bersama Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah mengkaji segmentasi usia penerima vaksin virus corona (Covid-19) AstraZeneca di Indonesia.

Kajian itu belum rampung lantaran masih butuh banyak data KIPI yang dialami penerima vaksin AstraZeneca di tanah air. Kajian itu juga dilakukan mengingat adanya laporan dari berbagai negara tentang kejadian pembekuan darah pasca vaksinasi yang mayoritas dialami usia non-lansia.

175 Warga Arus Balik Covid Dirawat di Wisma Atlet

Sejumlah pakar memprediksi terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta usai arus balik pemudik hingga ratusan laporan usai vaksinasi Sinovac dan AstraZeneca. Ilustrasi (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)

Efek Vaksin AstraZeneca Lebih Banyak Non-Lansia

Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari mengungkapkan efek vaksin virus corona AstraZeneca di Indonesia untuk sementara lebih banyak ditemukan pada usia 18-59 tahun dibandingkan warga lanjut usia (usia) yang berusia 60 tahun ke atas.

Kendati demikian, Hindra tak memaparkan rincian dan persentase jumlah KIPI per kelompok tersebut. Ia juga mengatakan, temuan KIPI yang banyak ditemukan pada golongan non-lansia itu juga terjadi di banyak negara lain.

175 Warga Arus Balik Covid Dirawat di Wisma Atlet

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan sebanyak 175 warga arus balik yang terjaring di DKI Jakarta dan kemudian dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan random swab antigen telah dirujuk ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Dudung menyebut kegiatan penjaringan warga itu dilakukan oleh Kodam Jaya bersama Polda Metro Jaya di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 32 hingga wilayah dalam ibu kota.

Alasan ODGJ Divaksin

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan alasan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masuk sebagai prioritas sasaran penerima program vaksinasi nasional tahap tiga lantaran mereka dinilai sulit dalam menerapkan protokol kesehatan covid-19 secara sadar.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan sasaran vaksinasi pemerintah tahapan ketiga adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi dengan target total sebanyak 63,9 juta orang se-Indonesia.

7.000 UMKM Daftar Vaksin Gotong Royong

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani mencatat dari total 22.736 badan usaha yang mendaftarkan diri dalam program vaksinasi gotong royong, 7.000 di antaranya merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Rosan mengaku kaget dengan besarnya antusias pengusaha cilik untuk mengikuti program mandiri vaksinasi cetusan Presiden Jokowi ini.

Suntikan Vaksin Capai 22 Juta Dosis

Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 14.369.233 orang telah menerima suntikan dosis vaksin virus corona per Kamis (20/5) Pukul 12.00 WIB.

Sementara 9.536.102 orang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.

Data Covid-19 20 Mei

Data harian yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per hari ini Kamis (20/5) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 5.797 orang pada hari ini.

Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 4.969 kasus, dan kasus meninggal 218 kasus baru.

Sehingga secara kumulatif, sebanyak 1.758.898 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 1.621.572 orang dinyatakan pulih, 88.439 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 48.887 lainnya meninggal dunia.

LIHAT SELENGKAPNYA