Azis Syamsuddin Irit Bicara Usai Diperiksa Dewas KPK

CNN Indonesia | Selasa, 25/05/2021 13:24 WIB
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin diperiksa sebagai saksi dugaan pelanggaran etik penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju dalam kasus suap Tanjungbalai. Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Azis Syamsuddin, telah merampungkan pemeriksaan sebagai saksi terkait dugaan pelanggaran kode etik penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju. Stepanus adalah tersangka kasus suap Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial.

Ia enggan menyampaikan materi pemeriksaan, namun menyatakan bakal mengikuti proses yang sedang berjalan.

"Saya ikut proses yang ada saja," ujar Azis di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (25/5).


Ketua Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean, menuturkan pihaknya terhitung sejak hari ini mulai menyidangkan dugaan pelanggaran kode etik Stepanus. Keterangan Azis diperlukan lantaran yang bersangkutan diduga terlibat dalam perkara yang menjerat Stepanus.

Atas dasar pemeriksaan ini, Azis diketahui absen dalam Rapat Paripurna DPR yang digelar dengan agenda penyampaian pandangan fraksi-fraksi terhadap kerangka ekonomi makro (KEM) dan pokok-pokok kebijakan fiskal (PPKF).

Adapun Stepanus menjadi tersangka KPK karena diduga terlibat dalam kasus dugaan suap terkait penanganan perkara di Tanjungbalai, Sumatera Utara. Ia kini sudah ditahan penyidik KPK. Stepanus diduga menerima Rp1,3 miliar dari Wali Kota Tanjungbalai, M. Syahrial.

Atas perbuatannya itu, ia turut dilaporkan ke Dewan Pengawas KPK atas dugaan pelanggaran kode etik.

Sementara itu, Azis diduga terlibat dalam kasus ini karena memfasilitasi pertemuan antara Stepanus dengan Syahrial di rumah dinasnya, Oktober 2020.

Dalam pertemuan itu, Stepanus menyatakan siap membantu penyelidikan kasus dugaan korupsi lelang jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang menjerat Syahrial tidak dinaikkan ke tahap penyidikan.

Namun, pada faktanya pengusutan kasus dugaan korupsi lelang jabatan masih berjalan di lembaga antirasuah.

(ryn/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK