Siarkan Liga Inggris Tanpa Izin, DJKI Tindak 4 Kafe dan Bar

DJKI Kemenkumham, CNN Indonesia | Selasa, 25/05/2021 17:43 WIB
DJKI Kementerian Hukum dan HAM menindak empat kafe dan bar di empat kota berbeda karena menayangkan siaran Liga Inggris tanpa seizin Mola TV. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual DJKI Kementerian Hukum dan HAM menindak empat kafe dan bar di empat kota berbeda karena menayangkan siaran Liga Inggris tanpa seizin Mola TV. (Arsip DJKI Kemenkumham).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa melakukan penindakan dugaan pelanggaran hak cipta siaran sepak bola ilegal. Penindakan dilakukan di empat lokasi berbeda secara serentak pada Minggu (23/5) malam.

Direktur Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa DJKI, Anom Wibowo mengatakan penindakan di empat kota ini berdasarkan laporan aduan dari PT Global Media Visual atau Mola TV atas dugaan pelanggaran hak cipta penayangan siaran sepak bola Liga Inggris tanpa izin.

"Saya langsung perintahkan Subdit Penindakan untuk menindaklanjuti laporan tersebut," kata Anom.


Menurutnya, tujuan penindakan ini selain memberikan efek jera kepada pelaku, sekaligus wujud komitmen DJKI memberikan perlindungan hukum kepada setiap pemegang Hak Kekayaan Intelektual.

Saat dilakukan penindakan, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) DJKI didampingi Korwas PPNS dari Bareskrim Polri berhasil menggeledah dua tempat yaitu kafe di kota Padang, Sumatera Barat dan Resto & Bar di kota Yogyakarta.

"Dari olah TKP di dua tempat tersebut, PPNS DJKI menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan pelanggaran tersebut," ucap Anom.

Selain itu, PPNS DJKI juga melayangkan surat pemanggilan kepada Kafe Bier Haus di kota Pekan Baru, Riau dan Kafe Bintang Kopi di kota Batam, Kepulauan Riau.

Menurut Kepala Subdit Penindakan dan Pemantauan DJKI, Andrey Napitupulu, hal tersebut dilakukan karena dua lokasi tersebut sedang menayangkan siaran bola Liga Inggris.

"Maka tim melakukan pemanggilan kepada para saksi, karyawan, penjaga kafe untuk dimintai keterangan," ujar Andrey.

Andrey mengatakan apabila terbukti bersalah, pemilik kafe yang menayangkan konten secara ilegal itu dapat dikenai Pasal 118 ayat (1) joncto Pasal 25 ayat (2) Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

"Berdasarkan Undang-undang Hak Cipta, pemilik kafe dapat terancam hukuman pidana maksimal hingga empat tahun penjara dan denda hingga Rp1 miliar," katanya.

Di tempat berbeda, Kepala Seksi Penerimaan Pengaduan DJKI sekaligus Ketua Tim Penindakan DJKI di kota Padang, Jujun Zaenuri menuturkan bahwa sebelum dilakukannya penindakan ini, PPNS DJKI telah melakukan pengawasan dan pemantauan serta penyelidikan untuk memastikan kebenaran aduan tersebut.

"Setelah menerima pengaduan dari pemegang hak siar maka kami melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, saksi dan saksi ahli," tuturnya.

Selain itu, Kepala Seksi Pencegahan DJKI Cecep Sarip Hidayat berpendapat, seharusnya para pemilik kafe paham bahwa layanan berlangganan Mola TV tersebut terbatas untuk konsumsi pribadi, tidak untuk ditayangkan di tempat umum tanpa seizin Mola TV.

"Ditambah lagi tayangan tersebut memberikan manfaat ekonomi bagi kafe tersebut," pungkasnya.

(osc)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK