Kemhan Sebut Dokumen Anggaran Alutsista Bocor dan Belum Final

CNN Indonesia | Senin, 31/05/2021 18:35 WIB
Juru Bicara Menhan Prabowo Subianto, Dahnil Ahzar Simanjuntak, mengatakan dokumen soal anggaran itu belum final. Jubir Menhan Dahnil Anzar Simanjuntak. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengakui dokumen pembelian alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam)dengan anggaran US$ 124.995.000.000 atau setara Rp1,7 kuadriliun.

Namun, Juru Bicara Menhan Prabowo Subianto, Dahnil Ahzar Simanjuntak, mengatakan dokumen itu belum final. Ia menyesalkan ada pihak yang membocorkan dokumen itu ke publik.

"Itu masih dalam proses pembahasan, penjajakan, pengujian, dan sebagainya. Yang ingin saya sampaikan, pertama, kami sayangkan ada dokumen yang masih dalam proses pembahasan, perencanaan, dan pengujian, itu bocor," kata Dahnil, disiarkan CNNIndonesia TV, Senin (31/5).


Dahnil mengatakan dokumen itu adalah rancangan peraturan presiden terkait pembenahan alutsista. Dokumen itu merupakan perwujudan gagasan Prabowo untuk memperbaiki alutsista Indonesia.

Kemenhan tak mempermasalahkan dokumen itu tersebar ke publik jika sudah final. Namun, kata Dahnil, dokumen itu masih tahap awal dari formula Prabowo memperbaiki alutsista.

"Sejak awal, Kemhan akan mencoba dan bersikap tegas mencari pihak mana dan siapa yang melakukan pembocoran terhadap dokumen negara yang masih dalam proses," tandas Dahnil.

Dahnil menyampaikan pihaknya akan segera menemukan oknum yang membocorkan rancangan anggaran alutsista tersebut. Ia memastikan oknum tersebut punya motif politik terhadap Prabowo.

"Ada yang menyebarkannya dengan motif politik dan ada muatan political jealousy menurut kami, maka kemudian kami berkepentingan menjelaskan," tuturnya.

Dokumen rancangan Perpres terkait alutsista tersebar di publik. Dokumen itu memperlihatkan anggaran belanja senjata fantastis mencapai US$ 124.995.000.000 atau setara Rp1,7 kuadriliun.

Dokumen itu juga menyebut pembiayaan akan berasal dari pinjaman luar negeri. Dokumen itu mencantumkan rencana belanja alutsista hingga 2044.

(dhf/ugo)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK