Jokowi Wanti-wanti Ekspansi Ideologi Transnasional dengan 5G

ulf, CNN Indonesia | Selasa, 01/06/2021 11:07 WIB
Di momen peringatan Hari Lahir Pancasila, Presiden Joko Widodo menyebut teknologi 5G berperan dalam penyebaran ideologi transnasional radikal. Presiden Joko Widodo memperingatkan ekspansi ideologi transnasional radikal menggunakan kemajuan teknologi. (Foto: Biro Pers)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan pesatnya perkembangan ideologi transnasional radikal di tengah perkembangan teknologi. Bahkan, melalui bantuan teknologi 5G, ideologi transnasional radikal bisa menjangkau pelosok Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni.

"Ketika konektivitas 5G melanda dunia maka interaksi antar dunia juga akan semakin mudah dan cepat. Kemudahan ini bisa digunakan oleh ideologi-ideologi transnasional radikal untuk merambah ke seluruh pelosok Indonesia, ke seluruh kalangan, dan ke seluruh usia tidak mengenal lokasi dan waktu," ujarnya melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (1/6).


Menurutnya, kecepatan ekspansi ideologi transnasional radikal bisa melampaui standar normal dengan memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut.

Oleh sebab itu, ia mengimbau semua lapisan masyarakat untuk memanfaatkan momentum peringatan Hari Lahir Pancasila ini untuk memperkokoh nilai-nilai Pancasila.

"Kecepatan ekspansi ideologi transnasional radikal bisa melampaui standar normal ketika memanfaatkan disrupsi teknologi ini," ujarnya.

Untuk itu, Ia menyebut diperlukan cara-cara di luar kebiasaan untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila guna menghadapi rivalitas dan kompetisi dengan ideologi transnasional tersebut. Caranya, yakni dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Pancasila, lanjut Jokowi, harus menjadi fondasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga perkembangan ideologi transnasional bisa diantisipasi.

"Menghadapi semua ini, perluasan dan pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa. Diperlukan cara-cara baru yang luar biasa memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama revolusi industri 4.0," tuturnya.

(ulf/fjr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK