Ketua KNPB Merauke Disebut Aktif Chat dengan Veronica Koman

CNN Indonesia | Jumat, 11/06/2021 12:15 WIB
Polisi menemukan percakapan antara Ketua KNPB Wilayah Merauke dengan aktivis Veronica Koman dalam ponsel milik tersangka hoaks bernada SARA itu. Ilustrasi percakapan di ponsel. (Foto: istockphoto/ oatawa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi menyebut Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Merauke berinisial sering berkomunikasi dengan aktivis sekaligus pengacara Veronica Koman.

Hal ini diketahui dari hasil penggeledahan terhadap isi ponsel milik EKM. Dari gawai tersebut, polisi menemukan percakapan antara EKM dengan Veronica.

"Yang bersangkutan aktif komunikasi dengan Veronica Koman. Itu salah satu percakapan di handphone yang disita," kata Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombes M. Iqbal Alqudusy dalam keterangannya, Jumat (11/6).


Namun, tak dijelaskan apa isi percakapan antara EKM dan Veronica yang berhasil ditemukan oleh pihak kepolisian.

Iqbal hanya menyebut bahwa kepolisian masih terus mencari fakta-fakta baru terkait sosok EKM selaku Ketua KNPB Merauke.

"Satgas Nemangkawi sendiri masih mencari fakta-fakta baru dibalik sosok EKM. Polisi masih menelusuri ponsel milik EKM," ucap Iqbal.

CNNIndonesia.com sudah mencoba mengontak Veronica untuk mengonfirmasi tudingan dari polisi ini. Hingga berita ini diterbitkan, Veronica belum juga merespons panggilan telepon maupun pesan tertulis.

Sebelumnya, EKM ditangkap lantaran diduga menyebarkan berita bohong alias hoaks bernada provokatif dan SARA di akun Facebook pribadinya dengan nama Manuel Metemko.

Satgas Siber Operasi Nemangkawi menangkap EKM di kediamannya yang berlokasi di Merauke, Papua pada Rabu (9/6) sekitar pukul 22.35 WIT.

Iqbal menuturkan EKM ditang\kap karena menggunggah foto di akun Facebook dan dibumbui dengan keterangan yang diduga tak sesuai dengan kejadian aslinya.

"Menyebarkan foto yang tidak sesuai dengan kejadian aslinya dengan caption 'Foto: Bandara Ilaga, kab. Puncak Papua berhasil dibakar TPNPB , Kamis (03/06/2021)'," kata Iqbal.

Tak hanya itu, EKM juga membagikan utas yang berkaitan dengan dana Otonomi Khusus (Otsus) di Papua.

Atas perbuatannya, EKM diduga melanggar Pasal 45A ayat (2) Juncto Pasal 28 ayat (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008.

(dis/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK