STAN Buka Suara Soal Drop Out 69 Mahasiswa Selama Pandemi

CNN Indonesia | Selasa, 15/06/2021 18:46 WIB
Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswan (BAAK), Denny Handoyo belum mengetahui lebih lanjut terkait isi gugatan. Ilustrasi perkuliahan. (Thinkstock/diego_cervo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Politeknik Keuangan Negara Sekolah Akuntansi Negara (PKN STAN) angkat suara terkait pemberhentian (drop out) terhadap 69 mahasiswanya selama masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi Covid-19.

Keputusan itu belakangan digugat oleh 19 dari 69 mahasiswa yang diberhentikan tersebut. Mereka keberatan karena STAN tak memberi keringanan selama pemberlakuan PJJ.

Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswan (BAAK), Denny Handoyo belum mengetahui lebih lanjut terkait isi gugatan. Ia mengaku akan mempelajari pokok gugatan tersebut sebelum menjalani proses di pengadilan.


"Kami akan mempelajari pokok gugatan terlebih dahulu dan mengikuti proses dan ketentuan yang berlaku di pengadilan," kata Denny lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (15/6).

Meski begitu, Denny memastikan bahwa pemberhentian terhadap 69 mahasiswanya telah sesuai ketentuan. Ia menyebut bahwa pemberhentian tersebut murni karena mereka tak memenuhi syarat atau nilai perkualiahan yang selama ini berlaku.

Selain itu, menurut Denny, selama ini pihaknya juga tak pernah menerima laporan terkait keberatan maupun permintaan keringanan dari mahasiswa mengikuti perkuliahan selama PJJ.

"Tidak ada [laporan atau permintaan keringanan]. PKN STAN sudah melaksanakan prosedur sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya.

Alasan keberatan sebelumnya disampaikan mahasiswa dalam rilis gugatannya. Salah satu perwakilan mahasiswa yang menggugat, Bernika Putri Ayu Situmorang mengaku PJJ selama pandemi membuat dirinya kesulitan mengikuti perkuliahan. Karenanya, menurut dia, STAN mestinya memberi kebijakan khusus.

Dalam rilisnya, mahasiswa juga mengutip pernyataan Mendikbudristek Nadiem Makarim yang menginstruksikan agar kampus tak memberhentikan mahasiswa selama masa PJJ pandemi.

"Kami berharap STAN mengindahkan pernyataan Bapak Menteri Pendidikan," ujar Putri.

Sementara itu, Direktur STAN, Rahmadi Murwanto enggan banyak berkomentar terkait gugatan yang dilayangkan sejumlah mahasiswanya. Ia mengatakan, kasus tersebut akan ditangani Tim Hukum Kementerian Keuangan.

"Kebetulan urusan ini ditangani langsung oleh tim Hukum Kemenkeu, jadi saya belum bisa bicara banyak," kata Rahmadi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (15/6).

Hingga berita ini ditulis, Kementerian Keuangan belum angkat suara terkait gugatan oleh mahasiswa terhadap perguruan tinggi di bawah nauangannya. CNNIndonesia.com, telah menghubungi Humas Kemenkeu Rahayu Puspasari lewat pesan singkat namun tak mendapat respons.

(thr/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK