Kronologi 21 ABK Terombang-ambing 4 Bulan di Laut Timor Leste

CNN Indonesia | Sabtu, 19/06/2021 06:55 WIB
Sebanyak 21 ABK Kapal Motor Tangker Ocean Star terombang-ambing di lautan Timor Leste, tanpa bahan bakar dan listrik. Foto ilustrasi. (ANTARA FOTO/HO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 21 anak buah kapal (ABK) Kapal Motor Tanker Ocean Star terombang-ambing di perairan Timor Leste selama kurang lebih empat bulan. Mereka seluruhnya berkewarganegaraan Indonesia.

Viral video yang merekam ABK saat meminta pertolongan karena kapal motor yang mereka tumpangi kehabisan bensin, serta mesin mati di tengah laut.

Badan Keamanan Laut (Bakamla) pun mengerahkan kapal KN Ular Laut-405 di Tual, dan KN Kuda Laut-403 di Ambon untuk menyelamatkan para ABK.


Kepala Bagian Humas dan Protokol Bakamla Kolonel Wisnu Pramandita memastikan saat ini 21 ABK tersebut telah dievakuasi. Mereka juga telah ditangani oleh KBRI di Timor Leste.

"Sudah ditangani. Sudah dapat bantuan dari KBRI untuk sementara," kata Wisnu saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Jumat (18/6).

Berdasarkan keterangan para ABK, kapal tiba di Dili pada 3 April lalu. Kedatangan mereka untuk mendukung kegiatan operasional minyak dan gas (migas) di Timor Leste. Armada yang mereka tumpangi adalah kapal sewaan.

Saat meminta pertolongan, kapal juga dalam keadaan mati mesin dan mati listrik. Hanya genset penerangan saja yang dapat dinyalakan. Status bahan bakar minyak saat itu sudah 0 persen.

Hal itu menyebabkan pompa tidak dapat berfungsi untuk menanggulangi kebocoran yang terjadi di salah satu ruangan.

Meski sudah dievakuasi, kondisi para ABK ini belum sepenuhnya membaik. Mereka belum bisa dibawa ke daratan dan pulang ke kediaman masing-masing.

"Saat ini mereka masih berada di perairan Timor Leste," kata Wisnu.

Salah satu istri ABK menuturkan suaminya yang terjebak di kapal itu belum juga menerima bayaran dari pihak perusahaan yang menyewa jasanya.

Bahkan, kata Nurliah, istri ABK, menyebut sang suami bersama ABK lainnya ditelantarkan saat hanya mampu mengonsumsi mi instan. Itu pun, kata dia, setelah mendapatkan bantuan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Timor Leste.

"Kondisi terakhir hanya mengonsumsi Indomie, itu pun bantuan dari pihak KBRI bukan dari perusahaan. Kemudian stok BBM-nya juga tidak disuplai lagi," tuturnya.

Meski begitu, Nurliah sudah mendapat kabar baik dari suaminya bahwa pihak perusahaan telah mengirimkan stok makanan dan BBM.

Nurliah berharap kapal yang ditumpangi suaminya dapat berlayar kembali dan pulang ke rumah membawa gaji yang sesuai kesepakatan kontrak kerja.

Peristiwa ABK telantar empat bulan ini viral setelah ada awak kapal yang mengunggah video permintaan tolong lewat media sosial. Kondisi kapal dan ABK disebut sangat memprihatinkan.

(tst/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK