Kisah Pasien Wisma Atlet Dipaksa Pulang Meski Positif Corona

CNN Indonesia | Rabu, 23/06/2021 17:03 WIB
Salah seorang pasien yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Jakarta dipaksa pulang walau hasil terakhir PCR masih positif. Ilustrasi RS Covid-19 Wisma Atlet Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Salah seorang pasien yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat diminta pulang oleh pihak rumah sakit meskipun hasil tes swab PCR masih positif virus corona.

Tasya (bukan nama asli), bercerita dirinya masuk Wisma Atlet 9 Juni 2021 setelah dinyatakan positif Covid berdasarkan hasil tes swab PCR di Puskesmas. Setelah menjalani perawatan beberapa hari, Tasya kembali ikut tes swab PCR pada Jumat (18/6). Hasilnya masih positif Covid-19.

"Positif dan CT-nya masih rendah," kata Tasya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (23/6).


Karena masih positif, Tasya diminta agar tetap di Wisma Atlet hingga Selasa (22/6). Setelah itu, tanpa diminta kembali menjalani tes Covid-19, dia diminta pulang. Namun, Tasya menolak permintaan tersebut, sebab hasil tes swab PCR terakhir yang masih menyatakan ia positif.

"Saya enggak bisa pulang karena masih positif dan di rumah pun banyak anak kecil," jelas Tasya.

Hal tersebut juga dialami teman sekamar Tasya yang dipaksa untuk pulang walau hasil tes terakhir masih positif. Wisma Atlet beralasan teman Tasya tersebut memiliki CT Value yang tinggi sehingga tidak bisa lagi menularkan Covid-19 meski masih positif.

CT Value sendiri adalah banyaknya jumlah siklus yang dihasilkan dalam mencari materi genetik virus dari sampel lendir atau hasil swab pasien COVID-19.

Semakin besar angka pada CT Value, maka semakin sedikit konsentrasi virus pada sampel tubuh pasien. Artinya, semakin tinggi CT Value, maka semakin rendah kemungkinan virus untuk menyebabkan infeksi.

Tasya dan temannya lalu dikabarkan bahwa berkas-berkas mereka sudah diturunkan dan mendapat persetujuan dokter. Dengan kata lain, Tasya dan temannya tidak lagi terdaftar sebagai pasien Wisma Atlet.

"Kalau sudah ada tanda tangan dokter itu berarti sudah bisa diturunin. Dokter sudah ACC untuk dipulangkan," ungkap Tasya.

Karena takut terdapat kesalahan, ia meminta agar melihat surat ACC dokter tersebut. Namun perawat menolak dan tetap mengatakan bahwa berkasnya telah mendapatkan restu dokter. Tasya dan rekannya terpaksa pulang dan memutuskan untuk melakukan tes swab PCR mandiri di luar Wisma Atlet.

"Akhirnya saya putuskan buat pulang. Pulang tanpa tes PCR dan tes PCR di luar," cemas Tasya.

Menurut Tasya, saat ia diminta pulang petugas mengatakan bahwa rumah sakit Wisma Atlet sudah penuh. Sehingga, banyak pasien yang dipaksa pulang. Pihak Wisma Atlet mengklaim tindakan itu sesuai dengan aturan pemerintah.

"Karena full, jadi pasien banyak yang dipulangkan," ungkap Tasya.

Saat ini, Tasya sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya sembari menunggu hasil tes swab PCR nya keluar. Untuk berjaga-jaga, saat ke kamar mandi ia tetap mengenakan masker dan membawa desinfektan untuk menyemprot benda-benda yang ia sentuh.

Sebelumnya, tingkat keterisian RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta tinggi. Berdasarkan laporan harian rumah sakit tersebut, pada Rabu (23/6) pagi, jumlah pasien yang dirawat mencapai 6.671 orang. Mereka dirawat di tower 4, 5, 6, dan 7. Jumlah ini bertambah 269 orang dari hari sebelumnya.

CNNIndonesia.com telah menghubungi Koordinator Humas Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet Letkol TNI Laut M. Arifin melalui Whatsapp maupun telepon guna melakukan konfirmasi. Namun, hingga berita ini diturunkan Arifin belum merespons.

(iam/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK